artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Lentera Itu.....





Di keheningan pagi udara kairo lambat laun terdengar suara-suara pemuda di sebuah apartemen yang berdiri tegak di simpang halte mutsallas 10th distric nasr city cairo. Tepatnya di lantai tiga building no 93 ternyata sekelompok pemuda sedang kerja bakti nguli bersama membersihkan sebuah rumah yang cukup tua dan telah usang tembok dan dindingnya. Namun disini pulalah para pemuda tersebut pernah membulatkan tekadnya untuk bersama-sama maju berkreasi dan berdinamika. Di bangunan ini pula mereka saling bercanda, bertukar rasa menatap masa depan yang seakan penuh asa.

Berawal dari cangkruk malam jum’atan mereka merasa terpanggil untuk menata ulang desain rumah yang biasa disebut sekretariat Misykati. Tepat saat jarum jam pendek nongkrong diangka sepuluh pagi mereka mulai mengerjakan tugas sesuai dengan kemampuan dan keahlian yang dimiliki masing-masing, ada yang nyapu lantai, mengelap kaca ada juga yang bertugas memberikan kesejahteraan para anggota. Sebuah pemandangan yang tidak biasa terlihat di sudut kota yang mayoritas penduduknya muslim ini, salng bahu-membahu mereka bekerja dan berkarya di bawah komando kapten Ari.

Detik demi detik berlalu dan jam pun berganti, tidak terasa perut juga butuh nutrisi, akhirnya dengan bantingan mereka setuju untuk benjretan. Sebuah istilah yang entah siapa yang mencetuskan pokonya hari itu suasana sarapan ful, to’miyah, massa’ah dan juga saksukah sangat meriah yang tentunya sambil ber-JT-ria.

Walaupun hanya dikerjakan oleh alumni bonoloyo 2003 dan 2004 serta segelintir anggota glazur, sore sekitar jam 17.45 waktu kairo mereka berhasil membangun kembali sebuah istana yang sebelumnya lebih mirip kapal pecah. Biru...biru...dan biru itulah sekarang kesan yang terasa jika teman-teman memasuki rumah yang disewa dari Dr. Shalah.

Setelah terbenahi dari segi fisik, agar lebih bisa memancarkan sinarnya maka isinya juga harus menyala, kalau diperbolehkan sedikit saya tambahi tentang falsafah lentera dalam kitab suci umat muslimin, disana sebutkan “kamisykâtin fîhâ mishbâh ......dst” yang pada intinya kalau sebuah cahaya ingin sinarnya lebih memancar maka unsur wadah, isi dan energi yang mengidupkan isi tersebut haruslah dari bahan yang memang berkalitas tinggi. Dalam bingkai Misykati sebagai wadah silaturahmia dan kreasi alumni MAPK-MAKN solo, saya memandang bahwa wadah kita sudah bagus, isi juga sudah bagus, kemudian energi pembangkit isi tersebut hendaklah tetap di pertahankan sebagaimana saat ini, sehingga anugeraha PPMI award yang telah kita raih selama 2 kali berturut-turur semenjak tahun 2005 dapat terus kita raih untuk masa-masa yang akan datang hingga hattrick double hattrick atau triple dan seterusnya.

Ke depan energi “min syajaratin zaitûnatin lâ syarqiyatin wa lâ gharbiyatin....” itu harus tetap kita miliki dan jaga bersama. Adapun seputar energi sebahaimana yang terdebut diatas kita akan sambung lagi di lain kesempatan......


Misykater buuts

No comments:

Post a Comment