artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Buka Bersama Misykati, Membina Kebersamaan dan Menguatkan Persaudaraan

(Misykati-Online)

Musallas, Nasr City, Kairo.

Selasa, 17 Oktober 2006 senja hari kemaren, tepatnya di lantai tiga building 93 Musallas para Misykaterian yang merupakan keluarga alumni MAPK/MAKN Solo tengah berkumpul dalam sebuah rangkaian acara buka bersama dan sharing ide seputar ke-Misykati-an. Acara yang di mulai sekitar pukul 16.30 tersebut dihadiri kurang lebih 25 anggota. Memang kalo dilihat dari jumlah keseluruhan anggota, sore itu masih banyak yang belum hadir dikarenakan beberapa agenda lain di luar yang lebih mendesak.

Persiapan acara tersebut telah dimulai sejak siang hari. Setidaknya beberapa anggota tim masak yang dikomandoi oleh Sdr. Nabih Shidqi kala itu telah mulai beraksi untuk menyiapkan menu hidangan pada agenda kali ini. Ayam goreng dan sambal goreng hati adalah menu spesial kita kali ini. Di samping itu juga masih ada kolak pisang dan ubi sebagai minumanya. Yang pasti selera nusantara habis..!!

Rangkaian acara sore hari tersebut diawali dengan tadarrus surat Yasin bersama yang dipimpin oleh Sdr. M. Luthfil Anshori, lalu dilanjutkan dengan Kultum dan wejangan sembari menunggu buka oleh Ust. Saiful Bahri, Lc. Beberapa poin penting yang saat itu sempat beliau sampaikan dalam ceramahnya antara lain seputar muhasabah diri dan tadabbur akan posisi kita sebagai sorang murid dan penuntut ilmu. Di samping itu beliau juga menuturkan arti penting sebuah kebersamaan antar anggota dan teman seperjuangan. Ibarat seorang anak yatim, posisi kita di negeri kinanah juga tidak jauh beda dengan mereka. Kalo mereka sudah tidak mempunyai orang tua karena telah meninggal dunia, maka kita di sini – di tempat yang jauh dari keluarga dan sanak saudara – juga pasti akan merasa kesepian dan sendirian. Fungsi teman, sahabat dan sebuah ikatan kekeluargaan di sini adalah untuk mewakili fungsi keluarga. Tentu kita di sini akan merasa kesepian tanpa teman. Maka alangkah baiknya jika kita bisa menjaga dan membina kebersamaan kita dalam ikatan keluarga Misykati tercinta.

Poin lain yang tak kalah penting dari apa yang beliau sampaikan adalah bagaimana supaya kita bisa menumbuhkan rasa kasih sayang kita terhadap sesama. Terlebih lagi bagaimana agar kita bisa senantiasa mengasihi anak yatim. Dalam naungan hikmah Ramadhan yang penuh rahmat dan berkah, apa yang beliau sampaikan kala itu memang sesuai dengan cita-cita madrasah Ramadhan yang mengajarkan manusia untuk lebih menghayati arti kasih sayang, meningkatkan kesalehan ssosial, menghargai waktu dan melatih disiplin diri.

Ceramah yang cukup singkat namun padat tersebut beliau tutup dengan sebuah cerita yang terambil dari masa khalifah Umar bin Khattab. Sebuah kisah dan pernyataan dari sang klalifah yang dapat kita telaah tentang pentingnya sosok figur seperti para Sahabat Ridwanullahi alaihim. Sementara itu pada masa-masa saat ini kita memang sedang mengalami krisis tokoh. Seorang tokoh yang benar-benar bisa dijadikan uswah khasanah. Semoga hal ini bisa menjadi renungan kita bersama.

Adzan maghrib telah dikumandangkan, Sdr. M. Fuad al-Amin yang saat itu bertindak sebagai MC pun segera meng-cut acara sementara, untuk ta’jil iftor dan Sholat Maghrib berjama’ah sekaligus buka puasa. Usai melaksanakan Sholat maghrib yang saat itu diimami oleh Ust. Kholil Misbah, Lc. para anggota segera menikmati hidangan yang telah disiapkan. Nampaknya kali ini hidangan yang disediakan cukup menarik dan membuat perut kenyang. Pasalnya porsi yang dibagi untuk setiap piringnya cukup banyak dan memenuhi permukaan piring.

Usai menikmati santapan buka, acara pun segera dilanjutkan kembali. Adapun agenda pembahasan kali ini adalah seputar persiapan kedatangan anggota baru dari Indonesia. Sesi ini dipimpin langsung oleh ketua Misykati periode 2006-2007 Sdr. M Ari Wibowo. Sesuai berita yang sampai ke meja pengurus, bahwa tahun ini akan ada sekitar 7 orang alumni dari MAKN yang akan datang ke Mesir, terdiri dari 6 laki-laki dan satu perempuan. Maka beberapa pengurus Misykati, yang merupakan organisasi keluarga Alumni MAPK/MAKN Solo dan beberapa penasehat tengah membincangkan perihal kedatangan dan penempatan mereka nanti ketika sampai di Mesir. Sesuai kesepekatan, seluruh mahasiswa baru yang akan datang nanti ditempatkan di sekretariat dengan pendampingan oleh beberapa anggota lama. Hal ini nampaknya menjadi pertimbangan yang cukup urgen terkait dengan proses adaptasi sekaligus monitoring MABA. Dari sini diharapkan potensi dan prestasi anggota baru Misykati khususnya dan seluruh anggota pada umumnya bisa meningkat dan kembali bisa mempertahankan prestasinya sebagai Almamater terbaik PPMI Academy Award di tahun-tahun berikutnya. Amin.[M.L.A]

No comments:

Post a Comment