artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Halal Bi Halal ala Misykati, Memperkokoh Silaturrahmi di Lapangan Bola

(Misykati-Online)
Jum’at, 03 November pukul 07.15 WK kemarin, sebagian besar anggota Misykati tengah berkumpul di Nadi Syabab Madrasah untuk mengadakan sepak bola bareng. Sesuai kesepakatan anggota pada pertemuan sebelumnya yang bertempat di sekretariat, bahwa tahun ini, sebagaimana tahun sebelumnya, Misykati akan menyelenggarakan ritual halal bi halal di lapangan bola. Acara yang sedianya akan dilaksanakan pada jum’at sebelumnya, 27 Oktober, terpaksa mundur dan baru bisa dilaksanakan pada jum’at minggu ini karena jadwal lapangan yang sudah penuh akibat keterlambatan menyewa.

Meskipun demikian, hal ini tidak mempengaruhi semangat para anggota untuk tetap datang dalam agenda ini. Terbukti sekitar 30 anggota turut hadir, mulai dari angkatan termuda yang baru saja datang ke Mesir beberapa hari yang lalu hingga angkatan tertua yang digawangi oleh mas Saiful Bahri, Kang lathif dan kawan-kawan. Di samping untuk menyegarkan badan dan otot-otot yang sudah sekian lama tidak dipake berolah-raga selama Ramadhan, acara ini nampaknya juga merupakan cara efektif untuk mempererat tali silaturrahmi antar anggota. Bagaimana tidak, sesuai kenyataan bahwa acara seperti inilah yang justru dapat menarik minat banyak anggota ketimbang acara-acara rutin lainnya.

Sudah dua tahun terakhir ini Misykati memilih cara yang sama untuk melakukan konsolidasi internal sekaligus halal bi halal, yaitu dengan main bola bareng. Di samping anggota, dalam kesempatan ini juga hadir beberapa tamu undangan dari Almamater lain untuk turut bermain dan bersilaturrahmi. Diantaranya adalah Sdr. Buya yang termasuk sesepuh Almamater IKMAS [Assalam Surakarta] dan Bapak Kholid pelatih Timnas bola KSW.

Lapangan bola yang disewa selama 2 jam tersebut alhamdulillah telah mampu meratakan semua anggota yang hadir untuk bisa bermain secara bergantian. Angkatan muda melawan angkatan tua. Yah begitulah biasanya peraturan yang dipakai. Dengan penuh semangat kedua tim saling menunjukkan permainan sportif. Angkatan tuapun nampak tidak kalah bersemangatnya dengan yang muda-muda. Walhasil angkatan tua yang sebelumnya dibantai 3-0 akhirnya mampu membalik keadaan menjadi 4-4 dalam skor akhir. Sebagai rasa tawadhu’ nampaknya angkatan muda memberikan peluang kepada angkatan tua untuk bisa menyamakan kedudukan. “yah, itu sebagai hadiah dan kado buat yang tua sebelum meninggalkan Kairo untuk pulang ke Indonesia tercinta”, begitulah komentar M. Fuad al-Amin yang menjadi gelandang andalan tim Muda.

Pukul 09.00 tepat penjaga lapangan sudah memperingatkan untuk segera menyelesaikan permainan, maka permainan pun segera berakhir dan tim bola lain tenyata telah ngantri untuk menggunakan lapangan yang sama. Usai main bola bareng beberapa anggota pulang ke rumah masing-masing, namun ada juga yang masih berkumpul menuju rumah Pak-Mu dkk, salah satu bascame para Misykaterian yang berlokasi tidak jauh dari lapangan. Di situ mereka sarapan bareng dengan hidangan Ful dan tho’miyah makanan khas ala Mesir. Suasana keakraban terasa sangat nampak dalam kesempatan semacam ini. Main bola bareng, silaturrahmi, dan sarapan bareng. Memang tiada hal yang lebih indah dari sebuah kebersamaan dalam persaudaraan. Semoga Misykati tatap jaya, semakin maju dan terus berprestasi pada masa-masa mendatang. Amin. [Luthvie-Misykati Center&Santri Afkar]

No comments:

Post a Comment