artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Sidang Tesis Magister, Saiful Bahri Raih Predikat Mumtaz

[Misykati-Online]

Setelah menjalani proses menulis sekitar kurang lebih 5 tahun, kini tiba saatnya Tesis itu disidangkan. Rabu, (10/01/07) pukul 10.00 Waktu Kairo kemarin, bertempat di Auditorium Grand Syeikh Abdul Halim Mahmud, Fakultas Ushuluddin Al Azhar Kairo, Mas Saiful panggilan akrab Saiful Bahri (putra dari Kudus yang juga alumni MAPK Solo) menjalani sidang/munaqasyah Tesis Magisternya. Dalam durasi waktu sekitar 3 jam, akhirnya Tesis yang berjudul “Studi Biografi dan Analisis Kitab Tafsir “Lawami’ al-Bayan wa Qawathi’ al-Bayan fi Ma’aniy al-Qur’an” Karya Imam al-Ma’iny (537 H), [dari Surat al-Ankabut sampai Akhir Kitab] itu telah purna disidangkan.

Sidang Tesis yang kebetulan dilaksanakan pada musim ujian termin pertama ini diharidi oleh kurang lebih 100 orang, baik mahasiswa indonesia maupun mahasiswa dari negara lainnya. Nampak juga di barisan paling depan, Bapak Selamet Saleh, M.Ed, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Mesir, didampingi beberapa pejabat KBRI lainnya. Suasana tegang dengan diselimuti hawa dingin nampaknya menemani jalannya sidang mulai awal hingga akhir.

Sidang ini dilaksanakan oleh empat dewan penguji yang terdiri dari; Prof. Dr. Husein Muhammad Ibrahim, [Guru Besar Tafsir Fakultas Ushuluddin Universitas Al Azhar Cairo] (Pembimbing), Prof. Dr. Abdul Badi’ Abu Hasyim [Guru Besar Tafsir Fakultas Ushuluddin Universitas Al Azhar Cairo] (Pembimbing), Prof. Dr. Hasan Abdul Hamid Watad [Guru Besar Tafsir Fakultas Ushuluddin Universitas Al Azhar Cairo] (Penguji), Prof. Dr. Abdul Fattah Asyur [Guru Besar dan Ketua Jurusan Tafsir Fakultas Tarbiyah Universitas Al Azhar Cairo] (Penguji).

Selama sidang berjalan, Tesis yang dicetak dalam bentuk dua jilid dan menghabiskan sekitar 1000 halaman itu dibedah satu persatu oleh kedua penguji secara bergantian. Prof. Ibrahim yang bertindak sebagai moderator memberikan kesempatan pertama kepada Prof. Abdul fattah (yang tidak lain adalah guru ketiga dewan yang lain) untuk menyampaikan catatan beliau terhadap tesis.

“Sebuah tesis, atau analisa apa saja terhadap sebuah obyek memang sulit untuk mencapai titik sempurna, terlebih lagi dalam bidang kajian tafsir. Walaupun masih banyak hal yang harus dikoreksi, namun saya tetap merasa takjub dan memberi apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap usaha dan perjuangan siswa (Saiful, red) dalam menyelesaikan tesis ini.” Begitulah kurang lebih Prof. Watad menyampaikan prakata dalam muqaddimahnya. “Maka dengan adanya penelitian ulang serta catatan-catatan tambahan diharapkan tesis tersebut akan menjadi lebih baik dan sempurna”, tambahnya.

Usai pelaksanaan sidang, tibalah saatnya pembacaan hasil dan predikat tesis setelah beberapa saat para dewan penguji bermusyawarah. Para hadirin, tak terkecuali mas Saiful sendiri terlihat tegang dan deg-degan menanti detik-detik dibacakannya keputusan tim penguji. Dengan suara yang agak parau dan serak, Prof. Abu Hasyim membacakan Hasil Putusan sidang. Mumtaz!. Sidang ini menetapkan dan memberi keputusan hasil mumtaz untuk tesis yang ditulis mas Saiful. “Alhamdulillah”, seketika itu pula gerak bibir mas Saiful terlihat mengucap Syukur dan diiringi oleh tetesan air mata haru dari sang istri. Dan para hadirin pun bertepuk tangan meriah mengekspresikan kesyukuran dan kebanggaan.

Satu orang lagi, kini Indonesia mendapatkan kader Master jurusan Tafsir dari Al Azhar. Sebagai catatan, bahwa mas Saiful adalah orang pertama dari alumni MAPK-MAKN Solo atau Misykati yang berhasil meraih gelar MA di Universitas Al Azhar. Semoga ke depan akan tetap ada generasi Misykati yang menyusul langkahnya. Selamat kepada mas Saiful Bahri, MA. atas kesuksesannya dalam Sidang/Munaqasyah Tesis Magisternya. Semoga ilmunya bisa bermanfaat untuk keluarga, agama dan masyarakat di Indonesia nantinya.[L.u.t.v.i.e]

No comments:

Post a Comment