artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Misykati Out-Bound Akhirnya Terlaksana

[Misykati-Online]
Kairo-Sabtu (17/3) sore kemarin Misykati menyelenggarakan agenda Out-door untuk kali pertamanya setelah beberapa tahun terakhir selalu gagal dan tertunda. Sebenarnya dalam setiap kepengurusan agenda rihlah senantiasa digagas. Namun program itu selalu mentah tiada hasil. Pasalnya setiap dimunculkan wacana untuk mengadakan rihlah, yang terjadi hanyalah debat kusir dan rencana-rencana kosong yang tiada pernah terwujud. Maka pada tahun ini, dengan dipelopori oleh para sesepuh, khususnya Nabih Sidqi (salah satu penasehat Misykati), Misykati berhasil menyelenggarakan Agenda Out-Bound yang bertempat di Hadiqah Azhar/Azhar Park.

Untuk menghemat biaya, seluruh anggota Misykati sepakat untuk berkumpul di depan gerbang “Azhar Park”-Kairo pada pukul 14.00 WK. Setelah semuanya kumpul, rombongan segera memasuki kawasan taman yang cukup elegan dan menghadirkan pemandangan alam yang menyegarkan. Karena belum melakukan survei sebelumnya, beberapa orang pun berinisiatif untuk mencari tempat yang nyaman untuk berkumpul dan melaksanakan acara. Kebetulan pada sore hari itu “Azhar Park” nampak ramai dengan pengunjung. Maka alternatif tempat yang diincar adalah kawasan datar dan cukup sepi demi kondusifitas acara.

Dirasa telah mendapatkan tempat yang cukup nyaman acara pun dimulai dan dibuka oleh M. Mas’ud yang saat itu bertindak sebagai MC. Walaupun dalam suasana tamasya dan Out-Bound -untuk sedikit melepaskan diri dari rutinitas keseharian-, acara lantunan kalam Ilahi pun tak ditinggalkan. Maka dengan suara merdunya, Jawwada Mumtaz al-Mubarok membacakan sepatah Ayat al-Qur’an sebagai pelengkap acara tersebut. Memasuki acara selanjutnya, Mas’ud memberikan kesempatan kepeda M. Ari Wibowo untuk menyampaikan sambutannya sebagai ketua Misykati periode 2006/2007.

“Dengan diadakannya Misykati Out-Bound ini, semoga kita bisa kembali meningkatkan semangat dan tali silaturrahmi. Dan semangat yang ada ketika mengikuti Out-Bound ini, semoga juga akan tetap terbawa hingga kembali ke kampus biru mini kita, sekretariat Misykati tercinta”. Begitulah kurang lebih Ari mengawali sambutannya. Setelah usai sambutan ketua Misykati, Mas’ud menyerahkan kendali acara kepada M. Fuad al-Amin yang juga bertindak sebagai MC ke-2 dalam acara tersebut. Karena yang empunya gagasan untuk menyelenggarakan agenda ini adalah Nabih –sesuai keterangan Ari dalam sambutannya-, Fuad memberikan kesempatan kepada beliau untuk menyampaikan prakatanya.

Menurut kang Diki (Panggilan akrab Nabih Sidqi), acara ini sebetulnya diharapkan bisa menjadi jembatan yang dapat mempertemukan dan menyatukan seluruh keluarga Misykati di Mesir. Namun karena kesibukan beberapa anggota serta sedikit miss-communication berita, sore hari itu Misykati belum bisa menghadirkan seluruh keluarganya secara lengkap. Namun dengan jumlah peserta 30 orang, acara tersebut telah nampak gayeng dan meriah. Nabih sendiri merasa tertarik dengan tema atau nama yang diambil untuk kegiatan ini, “Misykati Out-Bound”. Maka ia berharap, semoga acara seperti ini bisa diteruskan pada masa-masa mendatang, sehingga akan ada Misykati Out-bound I, II, III, dan seterusnya.

Seiring berjalannya mentari yang sore itu terlihat semakin menjauh dari singgasananya, acara bergulir menuju bincang santai dan ngobrol bareng seputar Misykati. Pada sesi ini, Fuad menunjuk 2 orang dari perwakilan angkatan tua dan muda sebagai presentator. Dari angkatan tua diwakili oleh Saiful Bahri, MA, dan angkatan muda oleh M. Luthfi al-Anshori. Kesempatan pertama diberikan kepada Mas Saiful untuk menyampaikan sambutan dan refleksinya seputar Misykati.

Banyak hal yang disampaikan mas Saiful pada kesempatan ini. Diantaranya adalah tadzkirah yang berkenaan dengan realisasi rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari. Beliau mengaku sangat bersyukur dengan adanya Misykati yang senantiasa mengedepankan rasa persaudaraan dan kekeluargaan. Maka beliau berpesan supaya sunnah-sunnah hasanah yang dimiliki Misykati agar sebisa mungkin dijaga dan dilestarikan. Dan untuk menjaga suasana keharmonisan Misykati, mas Saiful berpesan supaya di dalam tubuh Misykati tidak terdapat semacam Gep. Mengenai acara Out-Bound ini sendiri mas Saiful sangat setuju dan mendukung sepenuhnya. Karena dengan agenda semacam ini setidaknya kita bisa sama-sama keluar dari rutinitas sejenak untuk mendapatkan semangat baru dalam beraktifitas.

Usai sambutan mas Saiful, sembari menunggu bagian konsumsi menyiapkan hidangan, acara dilanjutkan dengan sambutan perwakilan angkatan muda oleh M. Luthfi al-Anshori. “Memang betul apa kata mas Saifu; bahwa kita harus melestarikan budaya serta kegiatan-kegiatan Misykati yang telah ada selama ini. Namun terlebih dari itu, sebenarnya kita juga dituntut untuk senantiasa meningkatkan kualitas dan mutu dari kegiatan-kegiatan yang telah kita punyai. Nama Misykati di luar memang cukup tenar. Maka dari situ kita diharap untuk tidak cepat puas dan bangga, namun justru dituntut untuk senantiasa memperbaiki kondisi intern kita, kualitas individu kita, sehingga tidak muncul kesan tenar di luar, tapi ‘keropos’ di dalam”. Demikian kurang lebih Luthfi memberikan sambutannya.

Karena hidangan mie ayam buah karya Mbah Niat, sapaan akrab Khoirun Niat, Lc sudah siap, maka acara pun beranjak menuju istirahat dan makan-makan. Begitulah Misykati. Banyak jalan menuju Roma, banyak cara pula untuk mengumpulkan anggota. Suntuk di ruangan, keluar bal-balan. Penat dengan rutinitas keseharian, jalan-jalan ke taman. Sukses untuk Misykati Out-Bound 2007.(Lut-V)

No comments:

Post a Comment