artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Misykati Menggelar Agenda Ta’aruf Sekaligus Penutupan Kegiatan


[Misykati Online]

Ujian termin pertama Universitas al-Azhar semakin dekat. Maka dari itu, sebagian “mahasiswa lama” mungkin sudah sedemikian rupa menyiapkan diri untuk menghadapi ujian. Namun di sisi lain, sebagian “mahasiswa baru” belum tiba di negeri para nabi ini. Misykati bersyukur. Kesyukuran itu tiada lain karena mahasiswa baru dari MAKN/MAPK Surakarta yang berjumlah 10 orang seluruhnya telah tiba di Mesir pada tanggal 4&5 Desember kemarin. Maka dalam rangka menyambut kedatangan mereka dan mengingat waktu ujian yang semakin dekat, Misykati menggelar agenda Ta’aruf, sekaligus Penutupan Kegiatan dan Do’a Bersama menjelang ujian pada Jum’at (7/12) di sekretariat Misykati, Musallas-Hay Asyir-Nasr City.

Agenda semacam ini telah sejak lama mentradisi di tubuh Misykati dan masih tetap lestari. Sebagai organisasi Almamater yang mengedepankan suasana kekeluargaan, Misykati senantiasa membina kebersamaan untuk mewujudkan keharmonisan dan kenyamanan. Maka bertolak dari semangat itulah acara ini diberi tajuk: “Bersama Misykati Mewujudkan Sukses Jama’i”. Mengingat padatnya acara dan pengaruh cuaca yang semakin dingin, agenda ini dimulai sejak sore hari. Belum usai Jawwada melantunkan bacaan ayat suci al-Qur’an, adzan Maghrib telah berkumandang. Agenda sambutan yang disampaikan oleh Ketua Misykati (M. Luthfi al-Anshori) dan salah satu Penasehat Misykati (Khoirun Niat, Lc.) pun dilanjutkan sembari menunggu waktu iqomat.

Usai melaksanakan sholat Maghrib, acara dilanjutkan dengan Tadzkirah dan Taushiyyah oleh Ust. Saiful Bahri, MA. Banyak sekali poin penting yang beliau sampaikan pada kesempatan itu. Di antaranya beliau menjelaskan tentang filosofi makna kalimat “ahlan wa sahlan”. “Ahlan” berarti selamat bergabung menjadi anggota keluarga atau seperti keluarga, dan “sahlan” mengandung arti do’a, yaitu semoga segala urusan dimudahkan oleh Allah SWT. Di samping itu, Mas Saiful juga berpesan untuk tidak menunda-nunda pekerjaan, dalam artian bisa menghargai dan menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya.

Berbicara tentang bi’ah atau lingkungan beliau mengatakan; bahwa “lingkungan yang kondusif itu tidak tercipta dengan sendirinya. Maka dari itu kita dituntut mampu menciptakan suasana-suasana kondusif yang dimulai dari dalam diri sendiri. Sebab salah satu ciri orang yang sukses dan menjadi seorang pemimpin adalah mereka yang bisa mempengaruhi, namun tidak mudah terpengaruh”. Masih terkait dengan lingkungan dimana kita tinggal, Mas Saiful secara khusus berpesan kepada para mahasiswa baru agar bisa menerima keadaan para kakak-kakak kelasnya dengan apa adanya. Artinya, bahwa masing-masing orang tentu mempunyai hobi maupun kecenderungan dan kebiasaan yang berbeda-beda. Maka dari itu sebaiknya kita mampu untuk saling menghargai dan tidak mudah menjastifikasi seseorang hanya dengan apa yang terlihat sekilas saja.

Sebagai motivasi dalam rangka menghadapi ujian, Mas Saiful berpesan bahwa ke-najah-an di tahun pertama akan mempengaruhi mental selanjutnya. Oleh karena itu beliau menyarankan agar para Misykatian, khususnya mahasiswa baru, bisa semaksimal mungkin memenej waktu. Di samping itu beliau juga berbicara tentang menejemen harapan. Bahwa dengan harapan itulah kita diajarkan untuk senantiasa optimis dalam menjalankan sesuatu. Tidak mudah menyerah dan tidak mudah pasrah dengan keadaan, namun justru bisa menguasai keadaan sehingga bisa memenejnya menuju sebuah kemanfaatan. “Yang jelas manusia hanya bisa berusaha. Adapan Sang Penentunya adalah Tuhan Yang Maha Kuasa. Maka setelah kita berusaha dan jika ternyata yang terjadi adalah melenceng dari harapan kita, yang harus kita lakukan adalah berdamai dengan takdir. Berdamai dalam arti tetap mampu mengambil hikmah di balik itu dan ber-positive thinking bahwa mungkin itulah yang terbaik bagi kita”, begitu papar Mas Saiful di akhir tadzkirahnya.

Beberapa saat setelah agenda taushiyyah usai, adzan Isya’ telah dikumandangkan. Maka acara diskors sementara untuk sholat Isya’ berjama’ah dilanjutkan dengan sholat hajat dan do’a bersama yang dipimpin mbah Niat (sapaan akrab Khoirun Niat, Lc.). Setelah itu, acara dilanjutkan dengan ta’âruf. Pada sesi ini setiap anggota Misykati yang hadir memperkenalkan diri satu persatu secara bergantian. Hal ini dimaksudkan untuk menambah keakraban antar anggota, khususnya antara mahasiswa baru dan yang lama. Maka dengan itu diharapkan mampu menautkan ikatan emosional antar anggota, sehingga dari situ akan tercipta sebuah hubungan yang harmonis dan saling membantu dalam rangka mewujudkan keberhasilan bersama. Usai acara ta’âruf, agenda ditutup dan dilanjutkan dengan ramah tamah.(Lut-V)

No comments:

Post a Comment