artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Kajian Turats Misykati; Ushul Fikih Ilmu yang Penting!?


[Misykati Online]

Untuk yang ketiga kalinya pada semester genap ini, anak-anak alumni MAPK Surakarta di Mesir yang tergabung dalam organisasi almamater Misykati kembali mengadakan kajian reguler pekanannya. Masih dalam Paket Kajian Turats, minggu ini mulai memasuki ranah ilmu Ushul Fikih sebagai tema kajiannya.

Tepatnya Jum'at malam (21/3), bertempat di sekretariat Misykati, Mutsallats, pangurus menghadirkan ustadz M. Munafidzu Ahkamirrohman, Lc. yang sedang menempuh studi Dirâsat 'Ulya (paska sarjana) jurusan Ushul Fiqh di Universitas al-Azhar, sebagai presentator.

Seperti pada minggu-mingu sebelumnya, sebelum memasuki kajian acara dibuka oleh sang MC, Fathul Machasin yang memberi aba-aba untuk memulai setoran tahfidz sesuai muqarrar (diktat) masing-masing tingkat secara berpasangan. Setelah semua anggota Misykati selesai menyetorkan hafalan al-Qur'annya, kajianpun dimulai. Kali ini Misykati memandatkan Tsalitsul Khiyar, mahasiswa tingkat tiga jurusan Syari'ah Islamiyyah sebagai moderator untuk memandu jalannya kajian.

Pada sesi pertama kajian ini, ustadz Ahkam menjelaskan panjang lebar tentang makalah yang beliau tulis mengenai pengantar ilmu Ushul Fikih dan sejarah perkembangannya. Dalam pengantar makalahnya beliau menuliskan bahwa, dalam al-Mukaddimah, Ibnu Khaldun menyatakan: "ushûl al-fiqh merupakan ilmu agama yang paling penting dan banyak faedahnya". Beliau juga menambahkan bahwa, nilai penting ushûl al-fiqh dirangkum oleh al-Isnawy dalam kitabnya Nihâyat al-Sûl fi Syarhi Minhâj al-Wushûl ilâ 'Ilmi al-Ushûl (setidaknya) dalam dua hal: (1) sebagai kaidah penarikan hukum-hukum syariat; dan (2) landasan bagi pengeluaran fatwa-fatwanya.

"Oleh sebab itu, mempelajari Ushul Fikih sangatlah penting. Namun, terlebih dahulu perlu diberikan informasi mengenainya, walaupun secara global, sehingga kita memiliki tashawwur atau gambaran awal dan menjadikan langkah selanjutnya lebih mudah dan terarah", imbuh beliau.

Materi kali ini beliau sampaikan secara sistematis dengan terlebih dahulu menjelaskan mâbadi' ilmu ushûl al-fiqh yang kemudian beliau lanjutkan dengan menjelaskan perjalanan sejarahnya dari masa ke masa.

Tampaknya suasana mulai menghangat pada sesi yang kedua dari kajian ini, yaitu sesi tanya jawab. Beberapa peserta mulai memberikan sejumlah pertanyaan, tanggapan, ataupun sanggahan. Dan terlihat jelas pertanyaan beruntun dan sanggahan paling banyak yang mengubah kajian menjadi semakin seru dilontarkan oleh Alek Mahya Shofa, mahasiswa ushuluddin tingkat empat jurusan Akidah Filsafat.

Kajian kali ini berjalan lancar hingga pukul 22.30 WK dan tak hanya dihadiri oleh anggota Misykati saja. Tampak hadir dalam acara ini beberapa peserta dari almamater lain. Seperti yang sering dikatakan oleh ketua Misykati, M. Luthfil Anshori, bahwa kajian Misykati ini terbuka untuk siapa saja dan tak terbatas pada anggota Misykati saja yang boleh mengikutinya.

Adapun pada kajian Jum'at mendatang (29/3), Kajian Turats Misykati akan membedah kitab Nihâyat al-Sûl fi Syarhi Minhâj al-Wushûl ilâ 'Ilmi al-Ushûl, karya al-Isnawy. Bertugas sebagai pembedah; Irkham Masykuri, mahasisiwa tingkat tiga jurusan Syari'ah Islamiyyah dan Tsalitsul Khiyar, mahasiswa tingkat tiga pada jurusan yang sama.(Furqon)

No comments:

Post a Comment