artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Pembukaan Kegiatan; Misykati Agendakan Banyak Program


[Misykati Online]
Setelah melewati masa ujian dan liburan selama kurang lebih 2 bulan, kini kegiatan Misykati kembali digelar. Jum’at (29/2), Misykati mengadakan agenda pembukaan yang diisi dengan Tadzkirah, Sharing ide dan sosialisasi program kerja pengurus. Bertempat di sekretariat Misykati, Musallats, agenda itu dimulai pukul 19.00 CLT dan dihadiri kurang lebih 25 anggotanya. “Kampus biru”, istilah nyentrik aula sekretariat Misykati, yang pada hari-hari biasanya sepi kini terisi kembali dalam rangka melaksanakan majlis-majlis ilmu.

Sebagai pembuka, agenda malam hari itu diisi dengan Tadzkirah atau siraman rohani yang disampaikan oleh M. Alek Mahya Shofa, anggota Misykati tingkat akhir jurusan Akidah Filsafat Universitas al-Azhar. Pada kesempatan itu ia mengupas tentang seluk beluk cinta; mulai dari definisinya, hingga pada klasifikasinya. Menurutnya; “cinta adalah semacam gerakan hati, atau kecondongannya untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kecenderungan obyek yang dicintainya. Jika yang ia cintai adalah sesuatu yang datangnya dari Allah atau yang diajarkan-Nya, maka cintanya itu adalah ibadah. Jika yang ia cintai adalah sesuatu yang mendorongnya untuk mengerjakan hal-hal yang datang dari Rasulullah, maka cintanya itu bisa disebut itba’. Dan jika cintanya itu berwujud sebuah percontohan akan amal sholih para Sahabat, maka cinta itu disebut iqtida’. Namun jika yang ia cintai adalah sesuatu yang dibenci oleh Allah, maka cintanya itu maksiat. Dan jenis-jenis cinta lain mungkin masih banyak lagi sesuai dengan karakteristik masing-masing”.

Setelah sesi penyampaian Tadzkirah, agenda beranjak pada sharing ide dan sosialisasi program yang dipimpin langsung oleh ketua Misykati, M. Luthfi al-Anshori. Ada beberapa agenda penting yang dibahas malam hari tersebut. Di antaranya adalah bentuk kegiatan yang nantinya akan dilaksanakan selama termin ini, yaitu pada bulan Maret hingga April mendatang, juga tentang jadwal penerbitan buletin Misykati, kesepakatan iuran anggota, pelaksanaan olahraga, dan tentang rencana pengadaan beberapa perangkat organisasi.

Setelah melalui proses sharing ide dengan beberapa penasehat Misykati, Luthfi menawarkan kepada seluruh yang hadir tentang format kegiatan Misykati mendatang. Kali ini format yang diajukan sangat berbeda jauh dengan format kegiatan Misykati yang telah berjalan sebelumnya. Perubahan ini tentu saja tidak begitu saja ditetapkan, namun telah melalui berbagai analisa dan perencanaan yang matang. Rencananya, pada termin ini Misykati akan mengadakan semacam paket kajian yang terangkum dalam sebuah tema besar “Serial Kajian Turats Islam”. Agenda ini akan dilaksanakan satu minggu sekali setiap Jum’at selama 2 bulan mendatang bertempat di sekretariat Misykati.

Tema besar di atas dibagi lagi secara lebih spesifik sesuai disiplin ilmu-ilmu keislaman. Di antaranya adalah, turats Ilmu Kalam, turats Fikih dan Ushul Fikih, Turats Tafsir dan Ulumul Qur’an, Turats Hadits dan Ulumul Hadits, dan juga turats Lughoh Arabiyyah. Dalam setiap disiplin ilmu tersebut akan dikaji dan dibedah selama 2 minggu, dengan perincian minggu pertama adalah pengenalan umun khazanah literatur dalam setiap disiplin, dan minggu kedua adalah bedah buku dengan tema sesuai disiplin ilmu yang dikaji pada minggu pertama. Minggu-minggu pertama setiap disiplin ilmu akan diisi oleh para senior Misykati, sementara bedah buku pada minggu keduanya akan dibawakan oleh para junior, sebagai follow-up sekaligus praktek dan pembelajaran.

Adapun agenda perdana insya Allah akan dimulai Jum’at mendatang, 7 Maret 2008, dengan tema “Turats Ilmu Kalam” yang akan dipresentasikan oleh Ust. Nidhol Masyhud, Lc, anggota Misykati Mahasiswa Paska Sarjana Universitas al-Azhar jurusan Hadits. Sementara minggu selanjutnya (14/3), akan dilaksanakan bedah buku “Jauharatu at-Tauhid” yang akan dibawakan oleh dua kader muda Misykati, M. Alek Mahya Shofa dan Muhammad Arfan. Agenda selanjutnya secara rinci masih akan dirancang lagi mengingat beberapa presentator yang sedianya akan diminta untuk mengisi belum sempat dihubungi.

Secara umum, Serial Kajian Turats Islam ini dimaksudkan untuk memberikan bekal dasar rancang bangun epistemologi keilmuan Islam kepada seluruh anggota. Sehingga dengan pemetaan ini diharapkan akan memberikan deskripsi umum obyek kajian pada masing-masing disiplin yang ada, sebagai bekal untuk melaksanakan kajian berikutnya secara lebih mendalam. Perjalanan tentunya akan lebih mudah jika menggunakan peta. Maka berangkat dari sini diharapkan para anggota Misykati akan lebih mudah dalam mensistemkan proses belajar mereka sesuai jurusan masing-masing. Sebagai sebuah organisasi almamater, Misykati lebih menekankan pada kegiatan-kegiatan yang mengarah pada peningkatan kualitas akademis anggota.

Menginjak pembahasan berikutnya, sesuai kesepakatan forum rencananya Buletin Misykati akan terbit sebanyak dua edisi selama termin ini. M. Ihsan Maulana sebagai pimpinan redaksi juga telah siap dan menyanggupi untuk mewujudkan buletin Misykati itu. Adapun iuran anggota Misykati disepakati masih tetap sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, yaitu sejumlah 10 Le. untuk anggota lama dan 20 Le. untuk anggota baru. Sementara jadwal olahraga rencananya akan dilaksanakan secara fleksibel sesuai kondisi dan kesepakatan anggota. Perangkat organisasi yang di antaranya adalah papan struktur organisasipun rencananya akan segera diwujudkan dengan kerjasama beberapa pengurus.

Alhasil, dengan ini diharapkan seluruh kegiatan Misykati akan dapat terlaksana sesuai target dan mencapai kualitas yang optimal. Sebesar apapun program itu direncanakan dan sedahsyat apapun perubahan itu diidamkan, tanpa adanya kebersamaan dan kesungguhan seluruh anggota, kedua hal itu tak akan pernah terwujud. Maka di akhir acara Luthfi menyampaikan: “Semoga apa yang telah kita sepakati bersama ini nantinya akan benar-benar dapat terlaksana dengan adanya konsistensi seluruh anggota untuk berperan aktif. Dengan cinta dan kebersamaan yang terus ditumbuhkan, semoga setiap program yang kita agendakan dapat terealisasi dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya personal kita, demi tercapainya cita-cita bersama, yaitu Sukses Jama’i!”.(MLA)

No comments:

Post a Comment