artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Misykati Tutup Kegiatan; Perkuat Amunisi Bakar Motivasi

[Misykati Online]
Masa ujian semakin dekat, para misykatian segera bersiap untuk menghadapi kerasnya ujian penentuan pada temin dua nanti. Selasa malam (29/4), Misykati mengadakan acara puncak, dengan melakukan shalat Hajat berjamaah dan burning motivation. Bisa dibilang acara ini merupakan agenda sakral bagi seluruh anggota Misykati. Meskipun tak bisa dipungkiri juga, bahwa di sisi lain hal ini menjadi dilema bagi sebagian bola mania karena pada malam itu juga bertepatan dengan jadwal big match antara Manchester United Vs Barcelona dalam semifinal Liga Champion. Kenyataanya, hal itu tidak mengurangi sakralitas acara dan antusiasme anggota untuk hadir, terbukti dengan banyaknya kuantitas kehadiran anggota dibanding dengan agenda-agenda sebelumnya.

Acara dimulai selepas Maghrib. Cuaca cerah, terlihat bintang-gemintang bersinar di atap jagad raya. Udara sedikit dingin, namun belum mampu menembus hingga tulang sumsum. Suasana Kairo malam itu sungguh indah, tak terkecuali di kampus biru, tempat perhelatan agenda puncak Misykati digelar. Pada kesempatan ini wajah–wajah baru tampil ke permukaan. Di bagian master of ceremony kali ini dibawakan oleh Ajib Akbar Velayati, salah satu anggota baru Misykati kedatangan 2007. Meniti sesi kedua, Fatchul Machasin –yang juga merupakan anggota baru- mendapat kehormatan untuk melantunkan kalam ilahi. Tak pelak suasana kampus biru spontan menjadi senyap, hanyut dalam lautan samudra hikmah yang menyeruak melalui dimensi-dimensi ayat suci.

Acara dilanjutkan dengan sambutan ketua Misyakti yang secara singkat menjelaskan pentingnya kegiatan semacam ini. “Sebagaimana yang telah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya, kali ini Misykati senantiasa melestarikan sunnah hasanah itu dengan melaksanakan do’a bersama. Kenapa harus bersama/berjama’ah? Sebab dengan berjamaah kekuatan do’a akan semakin ampuh. Maka dari pelaksanaan agenda ini kita berharap semoga Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan segala aktifitas, khususnya dalam menempuh ujian nanti. Sehingga akhirnya, pada Agustus mendatang kita semua bisa tersenyum lega melihat hasil ujian masing-masing.” papar Luthfi menyampaikan harapannya.

Burning motivation kali ini disampaikan oleh sang maestro sekaligus sesepuh Misyakti, Saiful Bahri, MA yang telah banyak meraskan manis dan pahit hidup di Mesir. Maka tak ayal banyak mutiara-mutiara hikmah yang dapat di ambil dari luapan pembakaran beliau. Beliau mengingatkan akan arti pentingnya waktu, yang sejatinya ia hanya direpresentasikan oleh sebuah angka-angka dalam simbol jam yang bejumlah 12. Namun tak banyak yang sadar akan urgensitas angka-angka tersebut. Secara de facto, waktu yang merupakan nikmat terbesar dari Allah baru akan terasa sangat berharga ketika ia telah berlalu. Mas Saiful mencontohkan bahwa bulan april akan terasa berharga ketika kita sudah berada pada bulan Mei. Begitu pula nikmat yang diberikan melalui keberadaan orang tua akan sangat terasa bernilai ketika mereka sudah tiada. Maka pesan pertama yang disampaikan Mas Saiful malam itu adalah bagaimana cara menyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT dengan menghargai waktu dan memanfaatkannya sebaik mungkin.

Mas Saiful (baju biru) memberikan simulasi lewat permainan berhitung

Selain itu, bentuk motivasi yang beliau paparkan bahwa, komunitas Misykati adalah komunitas yang baik dan berprestasi seperti keadaan yang ditemui oleh Maryam ibu nabi Isa As. Dalam artian, bahwa anggota Misykati adalah orang-orang beruntung yang hidup dalam komunitas baik dan sangat mendukung untuk meraih prestasi optimal. Maka diharapkan para anggota bisa memanfaatkan lingkungan yang ada sehingga tidak seperti keadaan yang dialami oleh istri nabi Luth ataupun istri raja Fir’aun yang keadaannya tidak sebaik Maryam. Kemudian beliau menyampaikan pentingnya membangun mental diri dan urgensitasnya dalam menghadapi ujian. Sebab pada ujian kali ini, khususnya bagi para mahasiswa baru adalah merupakan ujian penentu ataupun bisa dibilang perang eksistensi, seperti halnya ketika nabi Muhammad SAW menghadapi perang Badar yang merupakan perang pertama bagi umat Islam waktu itu. Jika nabi Muhammad dapat memenangkan peperangan, maka Islam akan lebih diakui eksistensinya di tanah Arab. Akan tetapi jika Islam waktu itu kalah, maka mungkin akan lain ceritanya! Allah Maha Mengetahui yang benar. Maka pesan beliau bagi para Maba agar percaya diri dan berusaha keras dan dengan semangat yang membara juga tentunya, supaya bisa memenangkan perang eksistensinya di bumi kinanah ini.

Kemudian Mas Saiful juga mengingtkan kita dengan meminjam kata-kata imam Ghozali, bahwa manusia dibedakan menjadi 4 bagian. Dan kita diharapkan adalah salah satu dari 4 golongan manusia tadi, yaitu orang yang tahu bahwa dirinya tahu, sehingga ia bisa mengaktualisasikan potensinya menjadi manusia yang baik dan berprestasi. Jika belum bisa seperti itu, minimal bisa menjadi orang yang tahu/sadar bahwa dirinya tidak tahu, maka akan senantiasa berusaha untuk menjadi tahu. Dan pada pungkasan isi taushiyahnya, Mas Saiful memberikan sebuah simulasi, yaitu dengan permainan berhitung 1-6 secara acak tanpa diatur terlebih dahulu, dan harus dengan berurutan tanpa ada yang mengucapkan angka yang sama secara bersamaan. Dan ternyata hasilnya sulit sekali terjadi. Maka dari sini beliau mengatakan bahwa segala sesuatu perlu diatur, sampai kepada hal yang terkecil sekalipun semisal berhitung.

Amu Lathif memberikan hadiah kepada para juara Try-Out Tahfidz

Setelah berakhirnya taushiyah, adalah kelanjutan acara yang juga sangat dinanti-nanti, yaitu pengumuman hasil try-out ujian al-Qur`an yang diadakan pada Jum’at (25/4) yang lalu. Kholil Misbah, Lc. sebagai tim penguji, ditunjuk untuk mengumumkan hasil try-out tersebut. Sebelum membacakan hasil, Kang Kholil mengutarakan kata-kata evaluasi terhadap hasil pekerjaan yang secara umum sudah baik, namun masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti ketelitian dalam menulisakan ayat-ayat al-Qur`an dalam kertas jawaban. Dan tibalah saatnya Kang Kholil membacakan siapakah yang akan mendapatkan hasil mumtaz pada ujian kali ini. Namun sebelumnya, beliau membacakan juga hasil-hasil ujian secara keseluruhan, mulai dari yang maqbul, jayyid, jayyid jiddan, baru yang mumtaz. Nilai maqbul diraih oleh 7 orang, 4 orang mendapat hasil jayyid, 3 orang jayyid jiddan dan yang mendapat hasil mumtaz serta yang akan mendapatkan hadiah penghargaan dari Misykati bejumlah 5 orang yaitu; Muwaffiq Azifullah, Nurul Ihsanuddin, Fatchul Machasin -yang semua masih tingkat 1- dan jawara tahun lalupun masih mempertahankan prestasinya yaitu Rofiqul Anam serta Jawwada Mumtaz al-Mubarok dari tingkat 3. Kemudin diterusakan dengan pemberian hadiah kepada mereka yang mendapat hasil mumtaz, yang secara simbolis hadiah diserahkan oleh Lathif Hakim, Lc. Dpl, salah satu sesepuh Misykati juga.

Misykatian khusyu' berdo'a

Masih menempati acara inti pada malam itu, yaitu sholat Hajat bersama yang kali ini dipimpin oleh Kang Kholil selepas menunaikan sholat Isya’, serta dilanjutkan dengan do’a oleh Amu Lathif yang sekaligus menjadi agenda terakhir acara malam hari itu. “Do’a adalah senjata paling ampuh yang dimiliki oleh orang mikmin. Maka dari itu, selain melakukan usaha berupa belajar yang sungguh-sungguh, kita hendaknya juga senantiasa berdo’a dan mermunajat, terlebih dengan berjama’ah, agar segala yang kita kerjakan menjadi lebih tepat dan bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.” tegas Amu Lathif dalam prakatanya sebelum memimpin do’a.[](Fandam/Pato_el)

No comments:

Post a Comment