artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Tadzkirah dan Tadabbur ala Misykati

CAIRO,24/08/08
Bertempat di kampus biru yang terletak di bilangan Musallas, Nasr City, Cairo pengurus Misykati untuk kepengurusan periode 2008/2009 menyelenggarakan agenda pertamanya. Acara yang bertajuk tadzkirah dan tadabbur ini cukup menyedot antusiasme para Misykatian untuk menghadirinya. Meskipun acara tersebut sedikit molor dari waktu yang tertera di undangan, namun tidak mengurangi semangat Misykatian untuk mengikutinya sampai selesai.
Tepat pukul 21:00 CLT acara dimulai, dengan di pandu Furqon Haniefa sebagai pembawa acaranya. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Al Qur’an yang dalam kesempatan kali ini dibacakan oleh Ajib Akbar Velayati. Sejenak setelah para Misykatian menyimak bacaan lantunan nan syahdu tersebut, acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Sambutan yang pertama disampaikan oleh presiden Misykati terpilih, M.Fuad Al Amin sembari membacakan susunan pengurus Misykati untuk periode 2008/2009. Selanjutnya sambutan disampaikan oleh sesepuh MIsykati yang dalam kesempatan kali ini disampaikan oleh al ustadz Lathif Hakim Lc, Dpl. Beliau berpesan kepada para Misykatian untuk selalu mengingat apa tujuan utama kita pergi ke negeri Kinanah ini. Beliau ingatkan kita bahwa Mesir adalah mamba’ul ilmi, Mesir adalah sumber ilmu, maka dari itu jangan sampai kita, terkhusus para Misykatian bagai tikus mati di lumbung padi. Kita harus memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Karena kata beliau likulli daqa’iq mas ulun amamallahi, setiap detik yang kita lewati akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah. Terakhir, beliau harapkan para Misykatian untuk bisa menjadi kader-kader bangsa yang berjiwa mujtahid, mujahid, dan mujaddid.
Tepat sekitar pukul 21:30 CLT acara inti tadzkirah dan tadabbur dimulai. Untuk sesi tadzkirah kali ini di sampaikan oleh seorang madya Misykatian, Muhammad Arfan yang saat ini menjabat sebagai top leader pada salah satu media informasi mahasiswa terkenal di Kairo. Dalam tadzkirah beliau yang bertemakan Tarhib Ramadhan, mengingatkan kita untuk mempersipkan diri sebaik mungkin untuk menyambut kedatangan penghulu segala bulan ini. Beliau imbuhkan bahwa kita harus bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin agar bulan penuh berkah ini tidak terlewati begitu saja tanpa atsar sedikitpun dalam diri kita. Untuk itu kita harus menyusun semacam daily schedule agar kita bisa melewati hari-hari Ramadhan dengan penuh kegiatan bermanfaat dan berpahala.
Sekitar seperempat jam setelah sesi tadzkirah selesai, acara dilanjutkan dengan sesi tadabbur yang disampaikan oleh seorang senior Misykati yang telah lama bergelut di dunia tafsir Al Qur’an, M.Fuad Al Amin. Setelah semalaman mentadabburi surat Al Insyirah beliau memberanikan diri untuk menyampaikan hasil perenungan beliau mengenai makna dan tafsir dari surat tersebut, terlebih ayat yang berbunyi inna ma’al ‘usri yusra, fa inna ma’al ‘usri yusra, sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan, dan sungguh beserta kesulitan itu ada kemudahan. Beliau berpesan bahwa kita harus selalu optimis dan yakin bahwa setiap masalah ada solusinya. Dan beliau menjelaskan agar kita selalu beraktifitas positif dan bisa menghargai waktu, setelah mentadabburi ayat yang berbunyi fa idza faraghta fanshab. Dalam penutupan tadabburnya beliau menukil perkataan seorang syekh Mesir terkenal, Syekh Syauqi yang mengatakn bahwa al hayatu ‘aqidatun wa jihadun, hidup adalah sebuah keyakinan yang terpatri dan sebuah perjuangan yang tak kenal henti.
Setelah sesi tadzkirah dan tadabbur terlewati, kegiatan dilanjutkan dengan acara sharing ide yang dipimpin langsung oleh presiden Misykati baru, yang Alhamdulillah terpilih tanpa pertumpahan darah. Sesi ini membahas peningkatan prestasi para Misykatian tahun ini dan juga format acara Misykati ke depan.
Setelah malam mulai agak larut dan hembusan angin malam musim panas menerpa wajah-wajah para Misykatian dan membius mereka untuk segera kembali ke peraduan masing-masing, sang pembawa acara, Furqon Haniefa yang masyhur di lingkungan Misykati dengan pembawaanya yang straight forward memberanikan diri untuk menutup acara pada malam hari itu dengan bacaan do’a kaffaratul majlis.
Furqon Khoiruddin

Laki-laki berperawakan tinggi dan sarat akan jiwa-jiwa korsa. Beberapa aksinya tak lepas dari Moge; Motor Toge*. Reporter lepas, dan sering nongol di beberapa perkumpulan mahasiswa. Buku-buku politik dan catatan lapangan menjadi kesehariannya. Kalau soal wanita gak usah ditanya, dia punya cabang di mana-mana. *motor gede

No comments:

Post a Comment