artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Bubar Misykati; Firoh dan Ashir Menjadi Penutup

Senin (29/9) Misykati mengadakan Bubar (Buka Bareng) pamungkas di bulan Ramadhan ini. Acara sepenuhnya disponsori oleh donatur yang bernama hamba Allah dari keluarga Suez. Tak kurang dari 25 Misykater turut melahap hidangan yang disediakan malam itu.

Acara Bubar ini sejatinya akan diadakan keesokan harinya (30/9). Karena menurut rencana awal hari itu adalah akhir puasa, sehingga buka puasa terakhir. Namun di pagi hari (29/9) tepatnya pukul 10:00 CLT. Ada keputusan mendadak dari ketua Misykati, M. Fuad Al Amin, untuk mengajukan Bubar di hari itu juga. Karena dikhawatirkan di keesokan harinya, banyak warga Misyakti yang absen baik karena berpartisipasi maupaun hanya sebagai penonton dalam acara GETAR (Gema Takbir Akbar ) yang diselenggarakan oleh PPMI Mesir.

Sore itu udara sedikit sejuk, dengan transfer angin-angin lembut menyapu debu jalanan Mutsallats. Di imaroh 93B, lantai 4, sedari tadi banyak orang yang keluar masuk melalui sebuah pintu yang bertuliskan Dr. Sholah. Suara bel pun kerap terdengar di tempat itu, melalui saklar usang namun masih bisa digunakan. Di tempat itulah para misykater menyelenggarakan Bubar terakhir.

Acara memang mendadak, maka tak ayal, acara ini dibungkus dengan sederhana. Misyakter yang hadirpun kebanyakan hanya 2D dan 2M (Datang, Duduk dan Menunggu Makan). Tak banyak yang mereka kerjakan. Mungkin yang terekam hanya gerak-gerik Pak Mu (Rifmianto) yang menyiapkan sambal. Pak Mu memang tidak pernah absen setiap bubar di Misyakti. Bukan makanan yang beliau cari, justru sesosok Pak Mu lah yang paling membantu pelaksanaan pra acara. Beliau selalu menjadi additional player dalam setiap kelompok yang menghidangakan menu buka puasa.

Pukul 18:03 CLT. Dua wadah berisi ashir sobya dan tamr hind menjadi daya tarik bagi misykater untuk menuangkannya. Dahaga telah hilang dengan ashir yang membasahi kerongkongan. Selepas sholat maghrib berjamaah , Misyakter bepencar mencari lahan lahapan dalam nampan. Dalam hitungan detik 5 kelompok terbentuk. Rata-rata terdiri atas 5 orang yang masing-masing membentuk lingkaran sesuai bentuk nampan. Komposisi setiap nampan terdiri dari: satu porsi firoh (ayam panggang) lengkap dengan variasinya serta beberapa sendok sambal sesuai dengan selera dan kapabilitas masing-masing kelompok.

Pemerataan kelompok terlihat kurang. Terbukti dengan adanya beberapa oknum yang melancarkan agresi ke kelompok yang lain. Karena hidangan di kelompoknya sudah habis. Dan inilah bubar yang benar-benar bubar. Dengan artian bubar ramadhan. Semoga kita masih dipertemukan kembali dengan Ramadhan tahun berikutnya.Amiin!! (FFA)

No comments:

Post a Comment