artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Misykati Melepas 3 Kader Terbaiknya

Kalimatul wada’ merupakan agenda tahunan bagi anggota Misykati yang telah merampungkan studinya di al-Azhar dan akan bertolak menuju tanah air guna mengabdi pada bumi pertiwi. Setelah merampungkan studi, tentunya mereka ingin sesegera mungkin kembali ke tanah air guna mengobati rasa rindu yang lama belum terobati. Tentunya, setelah melalui perjalanan panjang, melelahkan dan pastinya juga menguras tenaga serta pikiran.

Kini giliran rekan M. Ari Wibowo, Jawwada Mumtaz al-Mubarok dan Ahmad Sulthoni yang akan kembali ke tanah air untuk mengabdikan diri mereka. Acara kalimatul wada’ kali ini diselenggarakan pada hari Rabu (9/9), di sekretariat Misykati. Setelah adzan Maghrib berkumandang, ta’jîl ifthâr segera dihidangkan, lalu dilanjutkan dengan sholat berjama’ah.

Dengan komandan acara Luthfil Anshori agenda ini pun dimulai. Hadir dalam acara ini sekitar 35 anggota Misykati dan beberapa tamu undangan.

Acara ini berlangsung khidmat, dengan beberapa sambutan kesan dan pesan dari para hadirin. Suasana semakin hidup karena diselingi dengan canda dan tawa. Sambutan pertama disampaikan oleh pihak yang akan berpamitan. Dimulai dari Sulthoni, berlanjut ke Jawwada dan diakhiri oleh Ari.

Yang menjadi inti dari sambutan-sambutan tersebut adalah permohonan maaf kepada seluruh rekan tanpa terkecuali. Kemudian sambutan yang kedua datang dari perwakilan Kelompok Studi Walisongo (KSW). Nur Rokhim, mewakili ketua KSW yang berhalangan hadir menyampaikan tentang pentingnya menjaga link dan tetap menjaga silaturrahim.

Dilanjutkan dengan sambutan sekaligus wejangan dari salah satu sesepuh Misykati, yang pada kesempatan ini disampaikan oleh ‘Amu Sugeng, panggilan akrab Sugeng Hariyadi, Lc. Kali ini ‘Amu Sugeng berpesan bagi siapa saja, agar tetap memposisikan diri sebagai thâlibul ‘ilmi dimanapun berada, khususnya bagi yang akan kembali ke tanah air. Iringan doa juga beliau panjatkan agar semua urusan diperlancar dan dipermudah oleh Allah SWT.

Menempati posisi terakhir dalam sesi sambutan, Muhyiddin Basrani atau yang biasa disapa Gus Mumu, yaitu selaku teman serumah Ari Wibowo. ”Secara tidak langsung beliau-beliau ini telah membentuk pribadinya masing-masing untuk kemudian diabdikan kepada masyarakat di kemudian hari”, tutur beliau kepada rekan-rekan semua.

Seluruh agenda terlalui dan sampailah di penghujung acara, yaitu doa yang dipimpin oleh Kholil Misbah, Lc. Santapan buka bersama pun segera dihidangkan sebagai pungkasan acara.
Nur Mukhlisin

Lahir di Jambu (nama desa buka umpatan). Awal menjadi mahasiswa sering berburu kitab gratis dari satu talaqqi ke talaqqi yang lain. Saat ini sibuk menjadi tukang pengalun azan di Mathoriyah. Tidak sampai di situ dia juga imam sekaligus makmum.

No comments:

Post a Comment