artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Misykati Kembali Melepas Kader Terbaiknya

Tahun 2009 ini ternyata menjadi ajang bagi para kader Misykati untuk kembali ke bumi pertiwi. Empat diantaranya adalah Ari Wibowo, Jawwada Mumtaz, Sulthon, Fuad al-Amin, kini giliran M. Luthfil Anshori mengucapkan kalimat perpisahannya pada hari selasa(27/10).

Pada acara perpisahan kali ini, cukup mengundang banyak audience dari berbagai kalangan, mulai dari afiliatif, kekeluargaan dan warga Misykati.

Dari afiliatif diwakili oleh PCINU-Mesir dan Fatayat PCINU-Mesir, sedangkan untuk kekeluargaan dari Kelompok Studi Walisongo(KSW). Selain sebagai kader Misykati, Luthfi juga menjabat sebagai wakil ketua II Tamfidziah dalam jajaran kepengurusan PCINU-Mesir.

Di sekretariat Misykati inilah, acara perpisahan dilaksanakan, dimulai dari pukul 18.45-20.45 CLT. Ada beberapa rangkaian sambutan mulai dari ketua Misykati, perwakilan sesepuh Misykati, PCINU-Mesir, Fatayat PCINU-Mesir, KSW dan angkatan Glafessa, sapaan akrab untuk angkatan Luthfi dkk.

Pada acara ini, ketua misykati mempersembahkan sebuah puisi yang berjudul”Duka Kampus Biru” sebagai sebuah ekspresi kesedihan dari warga Misykati atas perpisahan antara warga Misykati dan Luthfi. Selain itu ada juga wejangan dari sesepuh Misykati yang diwakili oleh Khoirun Niat, Lc dengan pesan singkatnya yaitu”Berikanlah jawaban yang memuaskan bila ditanya oleh masyarakat”.

Selanjutnya ada bebarapa kesan dari para hadirin teruntuk profil seorang Luthfi. Diantaranya adalah sosok seorang luthfi yang mampu mendinamiskan kondisi PCINU-Mesir(Sekretaris PCINU). Selain itu juga menjaga kelangsungan hidup Fatayat PCINU-Mesir(Ketua Fatayat), dan seorang luhfi yang memberikan banyak kontribusi bagi Misykati(sesepuh Misykati).

Acara diakhiri dengan obrolan santai dengan canda dan tawa serta makan bersama.(Ajib)

No comments:

Post a Comment