artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Nashif ; “Seperti Anak Ayam yang Mati di Lumbung Padi”

Kairo-Sabtu(12/12) lalu sekretariat Misykati kembali dipadati oleh warganya. Dua hari sebelumnya sekitar 30-an orang berkumpul di sekretariat untuk menyimak pembahasan ilmu filsafat dan perkembangannya dari Titis Roso Wulan. Tapi kali ini mereka kembali berkumpul untuk mengucapkan salam terakhirnya kepada senior misykati yang akan mengabdikan diri di tanah air.

Nashif Ubadah, Lc senior Misykati asal Salatiga ini akan meninggalkan kota Kairo setelah kelulusannya dari Universitas Al-azhar. Sebelum kembali ke tanah air, Nashif sengaja mengadakan tasyakuran dan pamitan.

Dalam acara ini tidak hanya sahabat-sahabat Misykati saja yang hadir, akan tetapi sahabat dari alumni al-Muayyadpun ikut meramaikanya. Kesan baik kepada Nashifpun disampaikan oleh Rochim(ketua alumni al-Muayyad). Selain ke MAPK, Nashif sekolah di al-Muayyad. Selanjutnya Rochimpun berpesan untuk menyempatkan diri berkunjung ke pondok.

“Main ke al-Muayyad kalau sudah di Indonesia” ungkap Rochim.

Ada juga kesan dari teman serumah Nashif yang diwakili oleh Kodir bahwa Nashif bisa menjadi seseorang yang dibanggakan oleh orangtuanya. Senada dengan Kodir, Sugeng Haryadi(sesepuh Misykati) menyampaikan bahwa Nashif patut diacungi jempol.

“Meskipun sederhana dan lugu, tapi patut dikasih acungan jempol” ucap Sugeng.

Selain itu, Nashif mengucapkan terimakasih kepada sahabat-sahabat yang telah ikut berbagi rasa dan juga ucapan maap terlontarkan. Lanjutnya, ucapan penyesalan diri juga diutarakan.

“Saya seperti anak ayam yang mati di lumbung padi” ucapnya ketika mengatakan kesan hidup di Kairo.

Acara ditutup dengan bacaan doa oleh Kholil Misbah, Lc(sesepuh Misykati) dan ramah tamah. (Ajib)

No comments:

Post a Comment