artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Cara Mengetahui Hukum Hadist

Kairo-Pelatihan takhrij hadist menjadi agenda kedua kegiatan Misykati pada kamis(18/3) di sekretariat Misykati, Musallas, Kairo.

Salah satu disiplin ilmu yang baru muncul belakangan ini dan sebagai pintu masuk bagi orang yang ingin berinteraksi dengan hadist Rasullalloh SAW dibahas disana dengan dipandu oleh Zaenul Abidin, Lc, dpl(Mahasiswa pasca sarjana di Universitas Al-Azhar).

Dengan antusias dari para anggota yang hadir, menambah ramai suasana pada malam itu.

Tertera dalam makalah yang dibuat Zaenul terdapat beberapa poin penting yang disampaikan disana seperti pengertian takhrij hadist, manfaatnya, cara mentakhtij dan juga disebutkan kitab-kitab referensi dalam menghukumi sebuah hadist.

Tidak hanya kitab-kitab primer saja(masdar ashly) seperti kutub sittah akan tetapi kitab-kitab sekunderpun ditulis disana demi memudahkan anggota yang hadir dalam memahami salah satu ilmu tersebut. Dan ilmu takhrij ini adalah salah satu disiplin ilmu yang sangat penting dalam kajian hadist.

Dengan wawasannya yang sangat luas mengenai ilmu takhrij hadist, Zaenul mampu menjawab satu demi satu pertanyaan yang dilontorkan kepadanya dengan jawaban yang sangat memuaskan dan bisa dipahami oleh penanya.

Dalam penghujung acara dialaog ini, Zaenul mempraktekan cara menisbatkan hadist kepada sumber aslinya, adapun menisbatkannya kepada kitab sekunder tidak dipraktekan disebabkan tidak adanya persediaan kitab sekunder.

Dengan membuat tiga kelompok dari anggota Misykati yang hadir, kemudian masing-masing mendapat satu rujukan kitab primer. Terdapat tiga kitab primer disana, yaitu shohih Bukhori, al-Muwatho’, dan sunan At-tirmidzi. Dan ketiga kelompok itu mampu mempraktikanya dengan baik. Bahkan masing-masing kelompok mendapat nilai Mumtaz dari presentator.

“Masing-masing kelompok dapat mumtaz” ucap Kang Zaenul(nama akrab beliau).

Dan acarapun selesai pada waktu 21.55 CLT.

No comments:

Post a Comment