artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Kehujahan Hadist Ahad

Kairo-Kamis(11/3), Misykati kembali membuka kegiatan acara dalam termin kedua ini. Kegiatan dibuka oleh Ajib Akbar Velayaty(ketua Misykati 2009-2010) setelah memberikan sambutan beserta pengumuman untuk anggota Misykati.

Dari sepuluh kegiatan yang ada, hukum hadist ahad menjadi agenda pertama dalam kegiatan misykati ini.

“Untuk termin kedua, kami telah membuat silabus kegiatan yang berjumlah 10 kegiatan wajib. Tiga berupa pelatihan, dan tujuh berupa kajian” ungkap Ajib.

Terlihat dalam kajian tersebut dihadiri oleh 12 anggota dan 2 senior Misykati, ustd. Kholil Misbah, Lc dan Zaenul, Lc.

Acara diawali dengan sholat ghaib untuk almarhum syekh Thantawi dan dilanjutkan dengan kajian mengenai “Kehujahan Hadist Ahad”. Untuk presentator kali ini, M. Arfan berusaha membedah bukunya As-Syuyuti dalam kitab Tadribu ar-Rawi tentang hadist ahad.

Arfan mulai menjabarkan makalahnya dari pengertian hadist ahad sampai bagaimana hadist ahad itu bisa digunakan sebagai hukum. Setalah penjabarannya yang memakan waktu 25 menit selesai, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.

Suasana mulai memanas ketika berbagai lontaran pertanyaanpun muncul. Mulai dari maksud perkatan imam Syafi’i ketika beliau berkata”Jika Hadist itu shohih, berarti ia adalah mazhabku”, dan juga kritikan Daruqutni ketika mengkritik kehujahan hadist ahad dalam kitabnya Bukhari dan Muslim, dsb.

Banyak tambahan-tambahan bahan pembicaraan yang disampaikan oleh Zaenul, Lc yang belum sempat dijabarkan oleh M. Arfan.

Diantaranya sejarah bagaimana nama hadist ahad dan mutawatir muncul dalam ilmu hadist. Bgaimana para ahli hadist berbeda pendapat dalam hal hadist ahad yang berfaedah zhanni ataupun yang berfaedah ilmi(Qoth’i).

Dan dalam kata terakhirnya, Arfan mengatakan bahwa hadist ahad bisa digunakan sebagai hujjah(dalil) untuk permasalahan apa saja, asal diriwayatkan dari orang-orang yang tsiqoh.

“Jumhur ulama mengatakan bahwa selama perawinya tsiqoh, maka wajib kita imani”ungkap Arfan.

Acara kajian ditutup oleh Fatchul Makhasin selaku pembawa acara pada jam 22.00 CLT.

No comments:

Post a Comment