artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Mengenal Kulliyyat al-Khomsah dalam al-Muwaafaqot

Kairo-Kajian bertemakan “Mengenal Kulliyat al-Khomsah” ini menjadi agenda ke tiga dalam rentetan acara reguler Misykati, kamis(25/3). Salah satu sub pembahasan yang terdapat dalam kitab al-Muwaffaqot karya As-Syatibi ini dipresentasikan oleh Fatchul Makhasin(mahasiswa semest. 6 Al-azhar, fakultas Syariah wal Qonun)

Makhasin yang menjadi presentator pada malam itu mulai menjelaskan isi makalahnya mulai dari pengertian Maqoshid Syariah, Masholih Dhoruriyah(primer), Masholih Hajjiyat(sekunder), dan Masholih Tahsiniyat(tersier).

“Dalam penciptaan dan peletakan syari’at terhadap makhluk-Nya, tentu memiliki sebuah tujuan yang diinginkan oleh Syar’i. Sebagaimana pemberian taklif(tanggungan) bagi setiap muslim tentu mempunyai tujuan yaitu memelihara kemaslahatan. Adapun kemashlahatan itu terbagi jadi tiga; Dhoruriyah, Hajjiyat, dan Tahsiniyat”.

Tidak hanya isi makalah saja yang menjadi santapan para pendengar, akan tetapi masih banyak poin-poin yang menjadi imbuhan dari senior Misykati yang hadir dalam acara tersebut.

Seperti yang dikatakan oleh Ust. Kholil Misbah, Lc bahwa urutan dalam masholih ad-dhoruriyah mengambil dari kesepakatan mayoritas ulama, yang pertama adalah hifzu ad-din(menjaga agama), lalu hifdzu an-nafs(menjaga keselamatan jiwa). Adapun tiga setelahnya ditemukan perbedaan pendapat oleh sebagian para ulama.

Senada dengan Kholil, Ust. Rifmiyanto mengucapkan hal sama menyoal perbedaan pendapat mengenai mana yang lebih utama dalam kebutuhan primer manusia.

Selanjutnya, hubungan antara kebutuhan primer, sekunder dan tersier manusia sangat rekat sekali. Jika ada yang hilang dari salah satu kebutuhan tersebut, maka akan menimbulkan ketidak seimbangan antara kebutuhan-kebutuhan itu.

“Tahsiniyyat dan Hajjiyat perlu kita jaga, sebab jikalau hilang keduanya bisa jadi yang primer akan ikut hilang”, ungkap Kholil.

Yang menarik lagi menyoal konsep Kulliyat al-Khomsah, jikalau dipraktekan di dalam negara maju dan berkembang akan sangat bagus. (ajib)

No comments:

Post a Comment