artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Tesis Khoirun Niat, MA.; Mumtaz!!


Darasah, Misykati Online- Angin sepoi mengiringi perjalanan menuju Darasah, pagi itu terasa beda di benak senior Misykati Khoirun Niat. Kamis (23/9) kemarin namanya tertulis bersanding nama -nama dosen S2 Al Azhar di Aula Syeikh Abdul Halim Mahmud Fakultas Ushuluddin Univ. Al-Azhar Cairo. Itulah momen yang paling ditunggu dalam beberapa tahun terakhir. Perjuangan untuk menyelesaikan tesis.
Risalah Magister itu berjudul "Ad-Dakhil (Tafsir tidak berdasar) dalam Kitab Al-Kasyf Wal Bayan An Tafsiril Quran yang dikenal dengan Tafsir As-Tsa'labi milik Imam Al-Alim Al-Allamah Abi Ishaq Ahmad bin Muhammad bin Ibrahim As-Tsa'labi W. 427 H"(Mulai awal Surat Al-Qashash sampai akhir Surat Fussilat).

Pukul 11:10 CLT acara itu dimulai oleh Prof. Dr. Hasan Abdul Hamid Watad (Guru Besar Tafsir dan Ulumul Qur'an Fakultas Ushuluddin Univ. Al-Azhar selaku Pembimbing) sekaligus pempersilahkan kepada al-Bahits Khoirun Niat Shalih untuk membaca mukadimah tesisnya.
Setelah itu Dosen senior Prof. Dr. Abdul Fattah Ibrahim Asyur (Guru Besar Tafsir dan Ulumul Qur'an Fakultas Tarbiyah Univ. Al-Azhar selaku Penguji) mulai mengomentari isi dari tesis setebal 500 lebih. Beliau memuji tesis tersebut meskipun demikian beliau banyak menghabiskan waktu untuk mengomentari isi risalah tersebut. Lebih dari satu jam beliau berbicara.
Duta Besar Bapak A.M Fachir menyempatkan waktu untuk hadir dalam acara tersebut. Tentunya ini merupakan sebuah penghargaan yang luar biasa dari pihak KBRI.
Setelah Dr. Abdul Fattah, Prof. Dr. Ali Himmat Ahmad Shalih (Guru Besar Tafsir dan Ulumul Quran Fakultas Ushuluddin Univ. Al-Azhar selaku Pembimbing) mulai bersuara sekaligus mempersilahkan dosen penguji kedua Prof. Dr. Salim Abdul Khaliq Abdul Hamid (Guru Besar Tafsir dan Ulumul Qur'an Fakultas Ushuluddin Univ. Al-Azhar ) untuk berbicara. Baru sampai beberapa kata. Beliau disela oleh Prof. Dr. Abdul Fattah untuk diajak shalat Dhuhur berjamaah. Kontan acara terskor selama kurang lebih sepuluh menit sembari menunggu Dr. Abdul Fattah dan Dr. Salim Abdul Khaliq selesai berjamaah shalat.

Acara dilanjutkan dengan komentar-komentar dari Dr. Salim, berbeda dari Dr. Abdul Fattah, beliau tak banyak mengomentari tesis tersebut. Kemudian para hadirin beserta al-Bahits dimohon untuk keluar aula sebentar, keempat Guru Besar al-Azhar berdiskusi beberapa menit untuk memberi nilai atas jerih payah K. Niat. Hanya sekitar lima menit waktu yang dibutuhkan untuk menghargai perjuangan penulis.

Pada akhirnya Risalah Magister tersebut diberi nilai Mumtaz, sontak Aula Syeikh Abdul Halim Mahmud riuh oleh tepuk tangan para peserta yang datang.
“Komentarnya sudah diborong oleh Dr. Abdul Fattah, ditambah lagi 3 Guru Besar yang lainnya adalah murid dari Dr. Abdul Fattah sendiri” kata Khoirun Niat, MA.

No comments:

Post a Comment