artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Misykati September; Open House sampai Ludrukan



[H-10,Misykati Online]- Selepas melewati bulan suci Ramadhan, Misykati mengadakan acara Open House. Tepatanya 8 Syawal 1431 H/18 September 2010. Siang itu itu sekretariat Misykati tampak ramai, mereka sedang sibuk mempersiapkan acara itu. Tampak beberapa Miyskatian bergelut dengan bumbu – bumbu di dapur, ada juga yang membersihkan ruang tamu, ataupun yang akan berangkat ke pasar berbelanja kebutuhan acara. Ada warna bebeda dalam acara ini, yaitu munculnya wajah-wajah Misykatian baru. Mereka berjumlah 7 orang, 5 laki-laki dan 2 perempuan .

Acara di mulai setelah dua tamu undangan istimewa hadir di sekretariat Misykati. Yaitu Prof.Dr. Sangidu M.Hum yang merupakan Atase Pendidikan KBRI di Mesir dan Pak Soeharto, seorang guru SIC (Sekolah Indonesia Cairo). Acara berlangsung hangat ,sesekali canda dan tawa menghiasi suasana. Tak kalah hangat ketika Pak Sangidu berbicara mengenai pengalaman hidup beliau. Mulai dari bangku SMP sampai sekarang, sebagai Atase Pendidikan di Kairo. Begitu pula dengan pengalaman hidup Pak Suharto yang tak kalah menarik.

Di awal sambutan, ketua Misykati 2010-2011 yaitu Fajar Fandi Atmaja menjelaskan “Misykati dibentuk sebagai sarana belajar bersama untuk alumni MAPK-MAN 1 SURAKRTA juga alumni sekolah lain. Intinya, Miykati terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung bersama”.

Pak Sangidu juga mengutarakan pengalaman hidup beliau di kota Solo mulai dari bangku SMP, MAN, sampai sekarang ini. Begitu pula dengan Pak Suharto yang mengutarakan perjuangan beliau ketika masih belajar di IKIP SURAKARTA (UNS sekarang). Memang tak dapat di pungkiri kalau sejuta kenangan para Misykatian terukir di Kota Bengawan Solo tersebut dan itu pula yang mengikat emosional mereka.

Adzan Isya berkumandang di masjid seberang, Pak Sangidu dan Pak Suharto berpamitan dikarenakan beliau berdua harus menghadiri sebuah acara di Sholah Kamil. Panitiapun mengubah susunan acara .Yaitu jabat tangan yang seharusnya di akhir acara di majukan setelah wejangan dari Pak Suharto selesai.Serentak semua hadirinpun berdiri seraya bersholawat sambil berjabat tangan.

Selepas pak Sangidu berpamitan acara dilanjutkan dengan siraman rohani yang disampaikan oleh Sugeng Hariyadi L.c., Dpl. Beliau mengutarakan bagaiamana idealnya sebuah hubungan manusia anatara manusia dan hubungan anatara manusia dengan Allah Azza wa Jall. ”Cara meminta maaf kepada sesama manusia tentu berbeda dengan meminta maaf kepada Allah Azza Wa Jalla.” tutur mahasiswa S2 Fakultas Bahasa Arab tersebut .

Ludrukan Lebaran

Selasa pagi (15/9) saat mata warga Mesir baru terbuka, para anggota Misykati sudah sibuk dengan persiapan pertandingan “Ludrukan” yang akan dilaksanakan di Nadi Syabab Madrasah. Acara ini berlangsung tiga hari sebelum Open House.
Acara itu begitu meriah dan memberikan kenangan yang tak kan terlupakan oleh anggota Misykati khususnya para anggota baru dikarenakan itu adalah pertandingan perdana mereka dengan Senior dan sesepuh tercinta.

Dan yang tak kalah menarik pertandingan itu berjalan begitu sengit, dua tim bergantian melakukan serangan. Hingga tercipta banyak gol, termasuk dua gol yang diciptakan oleh Kak Mas’ud sebagai punggawa striker utama tim Utara. Namun tak berarti tim Selatan tak mampu mencetak gol, Didin, Kak Solikul bahkan ‘Ammu Sugeng sebagai sesepuh Misykati ikut memberikan sumbangan gol. Gawang Tsabit maupun gawang kak eko (KSW) mampu terbobol oleh pemain-pemain ini.

Karena acara ini disebut “Ludrukan” maka tak ayal jika di lapangan banyak gurauan dan canda tawa. Ini tak lain demi memupuk rasa persaudaraan yang erat. Juga menumbuhkan rasa kepedulian antar sesama anggota Misykati. [Gamal, Fahmi]

No comments:

Post a Comment