artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Misykati Telusuri Tembok Tua Fatimy


Kairo Fatimiyyah, Misykati Online- Mumpung Kamis (21/10) ini tak terlalu terik, waktu yang asyik untuk menjelajahi Kairo. Sebagai pembuka, tak perlu jauh-jauh berkelana. Mengunjungi tembok-tembok peninggalan Dinasti Fatimiyyah pun cukup.

Yah, Misykati berjelajah, dengan 23 anggota. Menelisik lebih jauh tapak-tapak Khalifah Muizz Lideenillah dan Panglima Jawhar al-Saqali ketika membangun Kairo sebagai Pusat Daulah Fatimiyyah. Perjalanan dimulai dari gerbang kemenangan (Bab el-Nasr) dan Bab Futuh (Gerbang Penaklukan) keduanya menjadi pintu utama keluar masuk Kairo pada zaman dulu. Badr el-Gamali lah yang membangun kedua gerbang itu, ditahun yang sama, 1087 M.

Masuk gerbang Futuh, mata mana yang tak akan melihat bangunan sebesar Masjid Hakim Bi Amr Allah masjid garapan al-Aziz billah yang tak selesai kemudian dilanjutkan oleh anaknya Hakim Bi Amr Allah pada 1012 M.

Lalu ada bangunan bermenara lancip, ciri khas Turki Utsmani menjulang, pun bentuk dan corak bangunannya tampak megah. Yang ini namanya Sabil Kuttab dan Masjid Sulayman Agha Silahdar rampung tahun 1983 M.

Bayt al-Sihaymi, bangunan ini mengalami beberapa kali era pembangunan. Pertama adalah Syaikh Tablawi, seorang Syeikh al-Azhar tahun 1648 M. kemudian dibeli oleh Haji Ismail Shalabi dengan beberapa tambahan bangunan pada tahun 1699. Pemilik terakhir adalah Syaikh Muhammad al-Sihaymi sekaligus nisbat dari bangunan tersebut.
Wazir al-ma’mun al-Batha’ihi di masa khalifah Amir membanguan Masjid al-Aqmar tahun 1125 M. Abdurrahman Katkhuda mencipta Sabil dan Kuttab di 1744. Beliaulah yang punya nilai seni tinggi, lebih dari 30 monumen terbangun atas namanya.

Ada Madrasa Kamil al-Ayub tahun 1229, nama itu adalah kemenakan dari Shalah al-Din. Depan pas, Bashtak Palace, istana Amir Bashtak mulai 1334-1339 M. kemudian Sultan pertama Mamluk Burgi, Barquq, membangun Masjid pada tahun 1384, dan Fatima anaknya, dikuburnya di sana. Samping masjid persis ada Madrasa dan Mausoleum al-Nasir Muhammad, anak dari Sultan Qalawun. al-Nasir memimpin Mamluk 3 periode 40 tahun. Dari 1296-1304, Madrasa ini dibangun.

Berikutnya ada Complex Qalawun yang terdiri dari Rumah sakit, Madrasa dan Makam. Depannya ada Madrasa al-Zahir Baybars tahun 1262-63. Samping madrasa ini ada Madrasa milik al-Salih Nagm al-Din Ayyub, Sultan terakhir di Dinasti al-Ayyub.

Sampai di seberang al-Azhar Street, ada The Ghuriya milik Sultan Qansuh al-Ghouri. Dibangun tahun 1504-1505. Melanjutkan perjalan ke Masjid al-Fakahani yang berarti penjual buah, masa Khalifah Fatimiyyah al-Zahir (1148). Lalu Sabil-Kuttab Tusun Pasha tahun 1820. Masjid terakhri sebelum keluar benteng Kairo Fatimiyyah adalah Masjid Sultan al-Muayyad tahun 1415-20. Dibangun atas nadzar Sultan ketika di penjara, bahwa jika bisa menghirup udara bebas di luar hotel prodeo. Sultan akan membangun Masjid, maka jadilah bangunan ini.

Sebelum terkahir ada Sabil-Kuttab Nafisa Bayda. Di sampingnya ada gerbang pembatas kota Kairo, Bab Zuwayla yang juga dibangun oleh Badr al-Gamali tahun 1092.
Perjalanan ini dipandu oleh Fajar Fandi Atmaja dan M. Sholihul Arifin yang menerangkan sedikit cerita di balik dinding-dinding tua, Kairo Fatimiyyah.

1 comment:

  1. fotonya sekalian di upload dunk...hehehe

    ReplyDelete