artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Sesepuh dan 2 Senior Misykati Pamitan

Griya Jateng, Misykati Online - Selasa, (19/10) saat panasnya Siang dengan terik sang Surya juga gerahnya udara, Sekretariat KSW tampak ramai dengan persiapan konsumsi, ada apa?. Sore hari itu berbeda dengan siang, lebih sepoi dengan angin serta lebih hangat karena sekitar 250 orang berjubel di Aula Griya Jawa Tengah. Misykati melepas Sesepuh dan 2 Seniornya untuk kembali pangkuan Ibu Pertiwi, Indonesia.

Yang pertama, Khoirun Niat, MA. Sesepuh satu ini sudah lama berkecimpung di belantika organisasi Masisir, khususnya Almamater Misykati. Pun beliau pernah menjadi nahkoda Misykati selama setahun. Jebolan MAKN Surakarta tahun 2000 ini memilih Ushuluddin sebagai Fakultas yang boleh mencatat namanya sebagai mahasiswa sejak tahun 2001. Hingga pada tahun ini beliau berhasil menyelesaikan program Masternya. Dan Selasa itu, Mbah Niat, panggilan akrab beliau, mohon pamit untuk meninggalkan Bumi Musa. Meski belum ada tanggal kepastian, kapan Mbah Niat boyongan.

Abdul Qodir, senior Misykati angkatan kedatangan 2005 ini lebih tegas dengan menyertakan tanggal kepulangan. 1 November 2010, tiket sudah di tangan. Demikan juga dengan M. Ihsan Maulana, tampaknya sudah tak sabar untuk segera menginjakkan kaki di tanah kelahiran, sama, ia juga berpulang pada hari pertama di Bulan November.

Jalannya acara pada sore itu berjalan sesuai rencana. Sambutan Ashabul Hagat membuka. Selain yang tiga di atas, turut jua Arifana (Ojek), Nur Hidayah al-Amin dan Muhtadi Kadi (Om Tedi) sebagai yang punya Hajat. Tak banyak yang disampaikan dari empu gawe. “Intinya terima kasih, minta maaf, dan doa” tutur Amin, salah satu yang punya gawe dalam acara tersebut.

Kemudian setelah sambutan dari yang berpamitan. Dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan organisasi atau kumpulan yang mereka ada di dalamnnya.

Sambutan berlangsung estafet. Ketua Misykati, Fajar Fandi Atmaja, perwakilan Ikamaru dan Imada, Bapak Hudallah. Kemudian Abdullah Munif sebagai ketua KSW, Ahza wildan dari Griya Jateng. Ditutup oleh Bapak Syaifuddin, MA selaku sesepuh FOSMAJA dan M. Sholihul Arifin, ketua DPP Malaky Qohiroh yang baru.

No comments:

Post a Comment