artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Seminar Pembuka Serial Pelatihan Terjemah Misykati


Sekretariat, Misykati Online-Misykati baru-baru ini memiliki gagasan untuk membuat acara dalam bidang penerjemahan dari Bahasa Arab ke Bahasa Indonesia, acara ini akan menjadi acara rutin bagi anggota Misykati.

Sebagai Pembuka, pada hari Minggu, 14 September 2010, diadakan acara seminar kecil-kecilan sebagai pembuka pelatihan terjemah ini. Pada acara ini Misykati mendatangkan pakarnya, Kholil Mishbah,lc sebagai mentor terjemah Koran Arab dan Nidhol Masyhud, LC.dpl. sebagai mentor terjemah Buku Arab.

Acara dipandu oleh Furqon Haniefa sebagai MC. Setelah dibuka, acara berlanjut dengan sambutan ketua Misykati Fajar Fandi Atmaja yang mendukung acara ini sepenuhnya.

Agenda inti dipandu Mohammmad Thoriq Aziz sebagai moderator. Saat mentor pertama, Kholil Misbah,LC mulai angkat bicara, langsung saja beliau menuju ke inti pembicaran, bahwa menerjemah Koran Arab itu mudah, banyak jalan untuk mempermudah dalam proses penerjemahan. Misalnya, untuk memulai menerjemah koran Arab tanpa Kamus, kita bisa membaca berita itu dalam versi lain, tentunya dengan bahasa yang kita pahami. Kang Kholil, mencontohkan dalam berita letusan gunung Merapi dengan bahasa Arab, Indonesia dan Inggris, meski tersaji dengan bahasa berbeda namun maksud isi beritanya sama.

Apabila menemukan kata-kata sulit kita bisa saja membukanya dalam Kamus atau google terjemah, hanya saja google terjemah sering kali salah dalam susunan kata, sehingga hasil terjemah malah tidak memahamkan.

Beliau, Kholil Misbah, Lc. juga menambahkan, dalam bahasa koran arab, tentu sangat beragam. Sehingga kadang ada bahasa yang tidak dijumpai dalam kamus,misalnya 'laa'aat' -jama' dari laa- berati 'penolakan'. Jadi dzauq dan sering membaca sangat dibutuhkan disini.

Beliau juga menambahkan bahwa, mengetahui karakter koran juga sangatlah penting. hal ini untuk antisipasi agar kita tak terlalu hanyut dalam berita. Misalnya menilik pada pemilik instansi dibalik koran itu, karena tidak jarang koran yang memberitakan berita-berita yang condong dengan pihak-pihak tertentu, sehingga koran dicetak untuk kepentingan sepihak. Atau mungkin juga berita yang dimuat di koran hanya untuk menutupi berita lain, yang sebenarnya menghawatirkan kelompok tersebut.

Selain unsur diatas yang perlu diteliti lagi adalah: rasionalisasi berita, timing berita, kepentingan, dan akibat berita tersebut. Pada hal ini pengamalan surat al-Hujrat ayat 6 sangatlah dibutuhkan.

Setelah kholil misbah,lc usai menyampaikan makalahnya, Nidhol Masyhud, Lc. dipl. juga langsung to the point pada pembicaraan inti. Dalam menerjemah Buku Arab yang dibutuhkan adalah penguasaan dalam bidang bahasa asal yang matang (Bahasa Arab) dan penguasan bahasa tujuan yang matang juga. Sehingga tidak terjadi kesalahan terjemah yang tidak diinginkan. Misalnya memahami EYD dengan baik. Sehingga dalam menerjemahkan kita bisa dengan leluasa membolak-balik susunan kata tanpa merubah arti dengan tujuan untuk mudah dipaham pembaca.

Beliau juga menegaskan untuk teliti dalam memberi ma'na atau arti. karena sering kali penerjemah terjebak dalam ma'na yang sudah menjadi bahasa serapan tapi bergeser ma'na. Misalnya 'nasikhah', ma'na dalam bahasa arab yang asli adalah 'kesetiaan' tapi dalam Bahasa Indonesia seringkali diterjemahkan nasehat, sedangkan nasehat bila diterjemahkan dalam bahasa arab adalah 'mau'idloh'.

Ust.Nidhol juga memberi trik untuk mempermudah dalam latihan menerjemah yang bersifat impromtu atau fauri, misalnya menerjemahkan orang yang berbicara dalam bahasa arab dan kita sebagai penerjemah faurinya. Sebagai latihan untuk membiasakan diri, kita bisa menerjemahkan orang yang berbicara dari Bahasa Indonesia dengan terjemahan dalam Bahasa Daerah. Ini akan melatih otak dan cara kita bicara, sehingga kita menerjemah tanpa berfikir panjang.

acara berlangsung serius,tapi sering kali diselingi ngakak. Setelah acara inti, ketua Misykati memberi pengumuman akan diadakannya kaji Buku al-Din li al-Hayah dan jadid Hayatak dalam acara selingan Pelatihan Terjemah(dunkring)

1 comment:

  1. Anonymous6:53 AM

    ayo semangat para calon penerjemah dan ulama' .....

    selalu jaga ke-istiqamahan nya!

    ReplyDelete