artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Dana Insentif Kedua Didistribusikan


Loket pembagian dana insentif

Sebagian besar anggota Misykati Minggu ini (13/3) telah mengambil Beasiswa khusus yang diperuntukkan bagi mahasiswa yang tidak ikut evakuasi. Dana insentif ini merupakan bantuan dari pemerintah untuk mahasiswa yang masih bertahan di Mesir selama proses transasi. Sebelumnya, Mesir menjadi buah bibir di dunia interansional akibat aksi demontrasi yang menuntut Presiden Husni Mubarak turun dari jabatanya. Pun setelah Mubarak lengser, keadaan Bumi Musa belum bisa sepenuhnya stabil, dengan berbagai pertimbangan pemerintah melalui KBRI Kairo menyalurkan dana insentif 350 LE perbulan selama 3 bulan.

Bulan Maret ini adalah bulan kedua setelah pada akhir Februari dana tersebut telah didistribusikan kepada mahasiswa di Kantor Konsuler KBRI Kairo yang bertempat di bilangan Mutsallats. Mayoritas anggota Misykati mengambil dana tersebut hari ini (13/3) karena sebagian besar anggota Misykati terdaftar di Kekeluargaan KSW, namun ada beberapa anggota dari Kekeluargaan Gamajatim yang telah mengambil kemarin (Sabtu -red).

Setelah proses pendistribusian selesai, beberapa anggota Misykati berkumpul di Sekretariat. Tak ada rencana untuk berkumpul, hal itu pula yang membuat terjadi rencana-rencana baru. Salah satunya adalah bantingan untuk membeli ayam. Tak ditentukan berapa nominal yang harus dikeluarkan oleh seriap orang. Berapa pun hasil bantingan, yang penting cukup untuk beli ayam.

Selepas maghrib semua sudah siap, nasi Ayam kecap dalam 3 nampan melambai-lambai untuk segera disantap. Disela-sela kumpul bareng, beberapa anggota juga urun rembug soal agenda Misykati kedepan. Hal ini menjadi sangat urgen, karena kami tentu tak mau lama vacum tanpa kegiatan, meski kami juga memikirkan soal kondisi keamanan Mesir yang belum sepenuhnya kondusif dan stabil. Menilik masih banyaknya demonstrasi dan beberapa kasus kriminal di Mesir. Selain itu PPMI sebagai induk organisasi Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Mesir belum memberi pernyataan resmi tentang pengadaan kegiatan. KBRI sendiri belum berani memberi izin selama pihak keamanan Mesir memberi lampu hijau.[FFA]

No comments:

Post a Comment