artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Kajian Vis-à-vis "Ludrukan Plus Benjretan"


Pekan ini Misykati kembali menggelar kegiatan, bahkan pada Senin (28/3) hingga Selasa (29/3) siang, Misykati menggelar rentetan kegiatan yang berorietasi pada keilmuan plus ludrukan untuk memupuk tali persaudaraan.

Kegiatan kajian yang diadakan setiap Senin malam masih terjaga, meski mengalami sedikit keterlambatan dalam pelaksanaan. Kajian pekan ini mengkaji Pengantar ‘Ulum al-Qur`an oleh M. Rosyad Sudrajad dan M. Ulin Nuha N.R.. Keduanya masih terhitung sebagai anggota Misykati terbaru, paska kedatangan meraka pada September silam. Meski demikian, mereka terlihat begitu cakap dan lugas dalam penyampaian isi makalah. Terbukti acara kajian yang dipimpin oleh MC sekaligus moderator Ismail Rozi terlihat hidup dan semarak.

Acara dibuka oleh MC dengan bacaan basmalah kemudian gambaran singkat tentang ‘Ulum al-Qur`an. Selanjutnya mulai pemaparan makalah yang disampaikan oleh Rosyad Sudrajad yang menjelaskan tentang apa itu ‘Ulum al-Qur`an, dari segi Idhâfy dan ‘Ulum al-Qur`an sebagai disiplin ilmu sendiri. Selain itu, Rosyad juga menjelaskan manfaat, keutamaan, dan penggas istilah ‘Ulum al-Qur`an.

Setelah Rosyad selesai menjelaskan hukum belajar ‘Ulum al-Qur`an fardhu kifâyah. Ulin Nuha, mahasiswa al-Azhar fakultas Ushuluddin tingkat I asal Kendal itu mulai memaparkan perkembangan dan siapa saja tokoh ‘Ulum al-Qur`an dari masa pra kodifikasi hingga ilmu itu telah tertata rapi berbentuk karangan yang telah sampai pada tangan kita sekarang. Di sela-sela Ulin melakukan presentasi, Fahmi Akbar sebagai petugas penyiap konsumsi mulai membagikan mangkuk-mangkuk berisi Chipsy lengkap dengan Syai Arûsa.

Diskusi berjalan menarik dengan setiap peserta ikut berbicara, baik berisi kritikan, saran, pertanyaan, maupun tanggapan atas apa yang telah disampaiakn, juga apa yang telah ditulis dalam makalah. Sebagai pemakalah yang belum lama menghirup udara di Bumi Musa, tentu usaha keduanya mendapat acungan jempol. Meskipun demikian,ada beberapa catatan dari peserta mengenai makalah, baik itu dari isi maupun penulisan.

Pagi harinya (29/3) Misykatian tampak semangat untuk mengadakan ludrukan meski berdiskusi hingga larut. Kali ini, Misykatian memilih Sûq Sayyarat sebagai tempat ludrukan. Seperti biasa, yang namanya ludrukan selalu ada ulah-ulah konyol dan kejadian lucu di sela-sela permainan bola. Selepas ludrukan, anggota Misykati menuju ke tempat penjual Ashîr untuk meneguk segelas juz.

Akhirnya rentetan ini berakhir di Sekertariat dengan sarapan fûl secara jama’i (Benjretan) feat es Bandung berisi Melon.[FFA]

No comments:

Post a Comment