artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Mesir Gelar Referendum Besok



Mesir akan punya gawe besar dengan adanya Referendum terhadap pengajuan amandemen Konstitusi yang akan dilaksanakan besok (19/3), Undang-undang yang diamandemen adalah Konstitusi Mesir 1971 yang telah mengalami 4 kali amandemen. Satu kali di era Sadat tepatnya tahun 1980, saat itu Sadat merubah UU masa jabatan Presiden maksimal 2 periode atau 2 kali 6 tahun menjadi tanpa batas. Di era Mubarak, konstitusi ini mengalami amandemen 2 kali, pada tahun 2005 dan 2007. Paska Mubarak turun, lagi, konstitusi ini diamandemen. Ada 8 Pasal yang dirubah, penambahan 2 pasal, dan satu pasal dihapus.

Diantara pasal yang dirubah adalah pasal 75 mengenai syarat seorang Presiden harus warga negara Mesir asli dari kedua orang tua Mesir, minimal berusia 40 tahun, tidak memiliki kewarganegaraan asing dan tidak menikah dengan orang asing.

Pasal 77 tentang batas maksimal masa jabatan Presiden 2 periode selama 2 kali 4 tahun. Selain itu ada pasal 76 tentang syarat pencalonan Presiden, pasal 139 tentang penunjukkan wakil Presiden. Pasal 148 tentang UU Darurat dll.

Ada dua penambahan dalam Pasal 189 dan penghapusan pasal yang berkenaan dengan terorisme.

Namun amandemen konstitusi ini belum final, karena harus meminta persetujuan dari rakyat dengan mengadakan referendum “menolak” atau “menerima” hasil amandemen tersebut. Sebelumnya diberitakan bahwa dua calon terkuat Presiden Mesir berdasarkan survey, Amr Mousa dan Ahmad al-Barada’i akan memilih menolak amandemen. Keduanya sama-sama berasumsi bahwa Mesir butuh konstitusi baru tidak cukup hanya dengan amandemen.

Referundum besok, akan dimulai pukul 8 pagi hingga 7 sore bagi warga yang telah berumur 18 tahun ke atas dan mempunyai KTP Mesir.
Dewan tertinggi Angkatan Bersejenta Mesir telah merilis lokasi yang dijadikan tempat pemungutan suara, diantaranya Madrasah Ismail Fahmi (sebelum Nadi Syabab, H-10) dan Madrasah Saqr Qurays.

Selain itu Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata Mesir juga meminta kepada seluruh rakyat mesir untuk menggunakan haknya dengan datang dan memberikan suara. Bahkan Mufti Mesir Syeikh Ali Jum’ah mendesak rakyat mesir untuk menggunakan hak suara, demi masa depan yang lebih baik untuk bangsa dan rakyat Mesir.(FFA)

No comments:

Post a Comment