artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Misykati Jelajahi Darb al-Ahmar



Punggawa-punggawa Misykati melanjutkan ekspedisi menelusuri karya-karya monumental peninggalan Dinasti-dinasti Islam di Cairo pada Selasa,(1/3), setelah pada sebelumnya mereka menelusuri Kairo Fatimiyyah dari Bab el-Futuh sampai Bab el-Zuwayla. Kali ini mereka melanjutkan “ngupret” dengan mengambil rute dari Bab el-Zuwayla sampai masjid Sultan Hasan. Panjang rute ini sekitar 4 km. Acara ini dipandu oleh 2 guide andalan Misykati, Fajar Fandi Atmaja dan Muhammad Solihul Arifin. Dengan berbekal buku-buku yang berkaitan dengan sejarah peninggalan-peninggalan zaman kejayaan islam di Cairo dan peta tentunya, mereka memandu peserta ngupret dengan cakap.

Sebelum memulai ngupret seperti yang sudah diberitakan lewat jejaring Facebook anggota Misykati berkumpul di halaman masjid al Azhar. Setelah semuanya berkumpul 2 guide pun beraksi, mereka berjalan di barisan depan sambil menyusuri jalanan dari masjid al Azhar menuju tempat start ngupret.

Tidak berselang lama sampailah mereka ke tujuan pertama ngupret yaitu masjid Salih al-Talai’, di sini lah peran guide sangat dibutuhkan. Fandi dan Solihul secara bergantian menerangkan segala hal yang mereka ketahui tentang masjid tersebut, mulai dari kapan didirikan, siapa yang mendirikan, sampai histori singkat tersebut. Sesekali mereka menjawab pertanyaan teman-teman dan melanjutkan ngoceh kembali. Setelah guide selesai menerangkan dan teman-teman puas mendengarkan, tiba saat mereka berfoto ria, hampir semua sudut masjid ini tak luput dari jepretan kamera.

Perjalanan pun dilanjutkan menuju objek selanjutnya, yaitu masjid Qijmas al-Ishaqi. Guide menerangkan dan peserta mendengarkan dengan seksama, tidak jauh berbeda dengan kegiatan mereka di objek yang pertama. Kegiatan seperti ini terus berlanjut sampai 15 objek peninggalan selanjutnya. Total ada 17objek yang terjamah oleh misykati hari ini. 17 objek tersebut adalah Masjid Sholih Tholai’, Masjid Qijmas al-Ishaqi, Masjid Ahmad al-Mihmandar, Masjid Maridani, Zawiyah Arif Pasha, Madrasah Umm Sultan Sya’ban, Masjid Fatimah Nabawiyah, Bayt Kathkuda al-Razzaz, Blue Mosque, Masjid Khayrbak, Alin Aq Palace, Masoleum Tharabay al-Sharifi, Masjid Aytmish al-Bagasi, Masjid Qanibay al-Rammah, Masjid Mahmud Pasha, Masjid al-Rifa’i, dan Masjid Sultan Hasan.

Ada beberapa hal menarik yang setelah ngupret, ternyata dari peninggalan-peninggalan yang dikunjungi ataupun hanya dilewati, ada beberapa Masjid yang menjadi “ikon” atau gambar dari lembaran-lembaran uang Mesir. Beberapa objek tersebut adalah sebagai berikut, Masjid al Rifa’i dalam uang 10 LE (Pound Mesir), Masjid Abu Huraybah (Qijmas al-Ishaqi) dalam uang 50 LE, Masjid Sultan Hasan 100 LE, Masjid Qanibay al-Rammah dalam uang 200 LE, uang 20 LE bergambar Masjid Muhammad Ali Pasha di Citadel. Begitu pula dengan tempat awal anggota Misykati berkumpul, Masjid al-Azhar dalam uang 50 Piester dan akhir perjalanan, Masjid Sayyidah Aisyah dalam uang 25 Piester. Selain itu banyak hal-hal menarik lagi.

Sisi lain dari ngupret kali ini adalah merupakan agenda pertama misykati di termin 2 ini, ini menjadi acara permbuka setelah beberapa acara yang sebelumnya telah terplaning pada termin 1 canceled, dikarenakan banyak hal, salah satunya konflik internal serta krisis politik yang melanda Mesir, sehingga membuat PPMI sebagai induk organisasi tertinggi pelajar Indonesia belum mengeluarkan kebijakan untuk menyelenggarakan kegiatan yang bersifat massif sampai ada pemberitahuan lebih lanjut dari KBRI Cairo dan pihak keamanan Mesir.

Ngupret kali ini melibatkan 24 punggawa misykati dari beberapa generasi, hampir tiap generasi ada perwakilannya. Mereka sangat antusias mengikuti ngupret kali ini, terutama mereka yang belum pernah menjelajahi peninggalan peninggalan kerajaan kuno islam dengan rute Bab el Zuwaila sampai Masjid Sultan Hasan. Ngupret di tutup dengan solat berjamaah di masjid Sultan Hasan.

Setelah itu mereka menuju mahattah Sayyidah Aisyah untuk pulang ke tempat tinggal masing-masing.[Ulinho]

No comments:

Post a Comment