artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Ushul Fiqh Membuka Kajian Rumah Misykati


Duet Islach dan Vahrul memukau peserta
Setelah vakum untuk beberapa waktu karena krisis keamanan di Mesir, akhirnya pada Senin malam (14/3) Misykati menggelar agenda di Sekretariat, yaitu diskusi bersama dengan pembahasan mengenai Ushul Fiqh, sejatinya kajian ini diadakan untuk teman-teman yang tinggal di Sekretariat, meski demikian kegiatan ini terbuka bagi anggota Misykati lainnya. Pun, diskusi yang dimulai selepas isyak ini tidak mengurangi antusiasme para peserta lain untuk hadir didalamnya. Menurut salah satu peserta, dia mengatakan, “Yah daripada nganggur tidak ada kerjaan mending ikut diskusi dapat ilmu, toh kuliyah juga belum masuk”.

Presentasi disampaikan oleh Islachudin Almubarrok feat Vahrul Adhi dan dipandu oleh moderator Fajar Fandi Atmaja menambah semangat peserta diskusi. Diskusi ini membahas tentang madkhol (pengantar) dalam disiplin Ilmu Ushul Fiqh, adapun dalam pengantar ini memiliki berbagai pembahasan yaitu mabadi’ ‘ilm al-Ushul, pengertian dari Ushul Fiqh itu sendiri baik Idlafy maupun Laqaby. Selain itu ada diskusi mengurai objek kajian, tujuan mempelajari, sejarah pembukuan, kaitan Ushul Fiqh dengan ilmu yang lain, juga tak lupa hukum mempelajari Ushul Fiqh.

Diskusi berjalan dengan lancar walupun banyak perdebatan di dalamnya, hampir tiap peserta memberi pertanyaan kepada pemakalah mengenai pembahasan ini. Diskusi diakhiri tepat jam 23.00 CLT dengan pembagian tugas diskusi selanjutnya oleh ketua Misykati. Dikutip dari makalah yang ditulis presentator dari al-Imam Zarkasyi dalam kitab al-Burhan-nya mengatakan, “Jika seorang ingin meneliti, mengkaji sebuah ilmu, maka akan habis umurnya, padahal ia belum sempat untuk menyelesaikan keseluruhannya.[Ulul]

No comments:

Post a Comment