artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Mengarungi Permukaan Lautan Fiqh


Mutsallats, Senin 11 Maret 2011 adalah hari yang dinantikan para anggota Misykati dalam minggu ini. Kajian mingguan yang sempat ditunda 1 minggu akhirnya terlaksana. Kesempatan ini adalah yang ke 4 kalinya dalam runtutan serial kajian mingguan Misykati. Tema yang diangkat dalam pertemuan kali ini adalah Pengantar Ilmu Fiqh.

Bertempat di sekretariat Misykati, kajian menghadirkan M Thoriq Aziz dan Sitta A’la Arkham sebagai pemakalah. Keduanya adalah mahasiswa Universitas Al Azhar Cairo fakultas Syari’ah Islamiah tingkat pertama. Tepat pukul 19.45 kajian dimulai dengan moderator handal Sdr. Ulul Albab. Setelah acara dibuka, kedua pemakalah mulai menyampaikan makalahnya. Hanya 15 menit, durasi yang diberikan oleh moderator untuk presentasi, mereka mampu menyampaikan makalah dengan singkat padat dan jelas.

Setelah pemakalah selesai menyampaikan makalahnya, beralihlah ke sesi tanya jawab. Pada sesi ini setiap anggota wajib memberikan pertanyan kepada pemakalah, menanggapi ataupun menyanggah pernyataan. Tujuan dari peraturan ini adalah melatih para anggota untuk berbicara di suatu forum. Sehingga kedepannya diharapkan mereka tidak canggung lagi dalam berbicara.
Dengan 15 anggota yang hadir, mereka saling melengkapi dalam penyampaian pendapat. Tidak ada perbedaan tingkat ataupun sebagainya, mereka saling mengutarakan ilmu yang mereka punya. Sehingga pertanyaan-pertanyaan ataupun masalah yang muncul dalam kajian dapat terselesaikan. Kadang suara tawa pun meruak memenuhi aula Misykati yang cukup luas tersebut. Karena sering munculnya pernyataan-pernyataan tak terduga yang memaksa mereka untuk tertawa lepas.

Mereka pun seakan tak sadar bahwa jam telah menunjukkan pukul 23.45, sehingga kajianpun harus ditutup. Setelah kajian secara formal ditutup oleh moderator, mereka kembali berdiskusi ringan. karena dalam kajian tersebut ada permasalahan penting namun agak menjauh dari tema. Selain itu moderator tidak memberikan waktu banyak. Untuk itu, diskusi tak resmi ini melanjutkan permasalahan yang muncul dalam kajian dan tidak sempat dibahas tuntas. Sehingga tidak ada lagi kejanggalan dalam hati mereka tentang permasalahan-permasalahan yang ada. [Rosyad]

No comments:

Post a Comment