artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

[Taswibat] Let's We Talk Arabic Fusha


Semakin jarangnya Masisir (mahasiswa Indonesia di Mesir) -termasuk didalamnya Misykatian- dalam bercakap menggunakan bahasa arab fusha merupakan suatu keprihatinan tersendiri, ada banyak faktor memang yang menjadikan fenomena seperti ini menjadi hal lazim di kalangan mahasiswa Indonesia di Mesir. Ini menjadi problematika yang tidak sepele, karena disadari atau tidak tingkat kemerosotan terus meningkat tiap tahunnya. Tidak sedikit masisir yang lebih suka menggunakan bahasa Arab amiyah dalam bermuamalah dengan penduduk asli negeri ini, lebih banyak lagi yang menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa daerah, komunitas dan lingkungan menjadi faktor yang menentukan lebih seringnya masisir memakai suatu bahasa dalam percakapan.

Problematika diataslah yang kemudian mendorong Misykati –sebuah almamater- meluncurkan program yang bisa menanggulangi atau paling tidak meminimalisir angka kemerosotan tersebut tiap tahunnya, khususnya dalam ruang lingkup yang lebih kecil, intern Misykati. Maka kemudian dibuatlah suatu program yang kemudian akrab disebut Taswibat Lughowiyat, ini adalah merupakan ajang untuk mengeksplorasi dan meningkatkatkan kemampuan bahasa Arab fusha tiap individu. Diharapkan program ini mampu menjembatani Misykatian sekalian dalam mengembangakan kualitas bahasa arab fusha mereka di segala aspek, antara lain meliputi ; membaca teks Arab, menerjemah teks berbahasa Arab ke bahasa Indonesia dan sebalikya, muhadatsah menggunakan bahasa Arab fusha dengan lancar, dll.

Setelah beberapa lama vakum disebabkan banyak hal, diantanya pergantian singgasana kepengurusan, dsb. Kemarin, Kamis (27/10) Misykati memulai lagi agenda Taswibat Lughowiyahnya dengan dibimbing saudara Muhammad Rofiqul Anam, dalam muqodimahnya beliau berbicara yang intinya mengajak Misykatian sekalian lebih sering bercakap menggunakan bahasa Arab fusha dengan temannya, selanjutnya beliau menulis empat judul yang memang telah dipersiapkan sebelumnya di white board yang tertempel di aula Misykati, "materi taswibat kali ini adalah muhadatsah (percakapan)" kata beliau. Kemudian regulasi muhadatsah dibacakan oleh saudara Jazam Asfari selaku roisul jalsah (pembawa acara), beberapa regulasi muhadatsah adalah sebagai berikut ; muhadatsah dipraktekkan oleh dua orang, waktu muhadatsah adalah tujuh menit, setiap peserta muhadatsah wajib aktif berbicara ketika gilirannya tiba. Mayoritas regulasi diatas mengadopsi dari Muhadatsah di asrama almamater mereka dulu, MAPK Surakarta.

Acara berlangsung khidmad dengan sesekali joke-joke ringan keluar mencairkan suasana Muhadatsah. Ketika hampir semua peserta melaksanakan kewajibannya dan tinggal satu pasang peserta, terdengar lagu yang sudah akrab ditelinga mereka –lagu mars MAPK- dari salah seorang peserta yang kemudian disambut baik oleh peserta lainnya dan menyanyikannya secara bersama-sama, sehingga menambah semarak dan semangat semua yang berada di auditorium sederhana Misyakati. "jadi ingat waktu Muhadhoroh dulu" ujar salah seorang peserta. Kemudian diakhir acara ketua Misykati periode 2011/2012, Vahrul Adhi Budhiawan menuturkan "lagu mars MAPK ini seyogyanya didendangkan dalam setiap agenda Misykati kedepan". Kemudian beliau menambahkan, "kedepannya taswibat lugowiyah ini akan menjadi rutinitas mingguan Misykatian setiap kamis malam". "Taswibat akan hadir dihadapan anda dengan materi dan format yang berbeda" tutur saudara Rofiqul Anam. Acara berakhir ditutup dengan doa penutup majlis yang dipimpin oleh roisul jalsah, dilanjutkan makan- makan. [ULINHO]

No comments:

Post a Comment