artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Ludrukan Jelang Ujian Termin 1


Malam itu, Fahmi Akbar yang kerap disapa Mamex memastikan bahwa besok pada hari minggu (4/12) keluarga besar Misykati Mesir akan melakoni ajang persahabatan sepakbola dengan keluarga besar IKPM Gontor. Seperti yang diharapkan hampir seluruh anggota menghadiri acara ini. Tepat pukul 08.00 pagi, ketua Misykati sudah menghubungi semua anggota meski acara disepakati pukul 10.00 pagi sesuai penyewaan lapangan namun untuk persiapan dan tempat yang cukup jauh maka beliau mempersiapkan lebih awal.

Setelah sampai tujuan ternyata kedatangan Misykati lebih awal dari IKPM dengan sedikit waktu menunggu akhirnya pertandingan itu berlangsung meriah dan menarik. Saling serang antara kedua kesepuluhan terjadi di babak pertama, tendangan terarah Djazam Safari dan Fahmi Akbar masih mengenai mistar gawang lawang sebelum akhirnya serangan balik IKPM membuahkan hasil 1 gol. Maka berakhirlah babak pertama ini dengan score 1-0.

Lanjut dibabak kedua, terjadi beberapa pergantian dari kedua kubu. Pertandingan ini dianggap sangat melelahkan karena kebanyakan anggota Misykati tidak terbiasa bermain di lapangan besar. Pertandingan di babak ini terbilang masih sama dengan babak pertama saling serang dan umpan-umpan terarah diperlihatkan. Dan akhirnya Misykati mampu membalas ketertinggalannya setelah Sholikhul Arifin selaku ujung tombak mampu merobek jala gawang IKPM. Sebelum peluit terakhir dibunyikan, terjadi blunder yang sangat disayangkan dilakukan oleh kiper Misykati, tembakan jarak dekat striker IKPM lolos dari dekapannya dikarenakan lapangan yang kurang stabil bola itu tepat mengarah di kaki Heris, dengan sedikit gocekan bola itu di lesatkan ke gawang yang kosong. Gol ini membuat IKPM unggul dan kembali memimpin pertandingan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan. Meski kalah, Misykati tetap tersenyum dengan menyadari pertandingan ini hanyalah ludrukan, semata-mata untuk merefreshkan otak sebelum menyambut ujian termin 1, dan untuk mempererat jalinan silaturahmi baik antar anggota Misykati maupun dengan keluarga besar IKPM.

Sedikit menambahi dengan kekalahan yang disebabkan kesalahan sang kiper, hal ini membuatnya tidak berkata-kata seperti biasanya “trus salah gue, salah temen-temen gue??!!” yang kemudian diganti dengan “itu tidak penting..!!”, hal ini menambah keceriaan anggota Misykati dan sedikit menghapus kekecewaan mereka dari kekalahan yang disayangkan itu. Dan pada akhirnya kita sadari bahwa kalah menang itu tidak penting, yang terpenting adalah keceriaan dan kebahagiaan yang timbul dalam kebersamaan.[Jastin]

No comments:

Post a Comment