artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Empat Nama Berebut Menjadi Misykati 1


Sabtu malam (15/9) suasana rumah Gami’ tidak seperti biasanya, rumah yang biasanya sepi dan tenang itukali ini sangatlah ramai, canda tawa, senda gurau  semuanya terangkum dan teriring menjadi satu di ruma yang terletak di imaroh 61 tepat di lantai empat itu. Dengan dihadiri sekitar dua puluh anggota Misykati, malam itu seolah menjadi pagi, tidak ditemukan sepi disana, ramai. Walau bertempat di ruangan dengan ukuran yang minimalis, tak menyurutkan acara temu kangen Misykatian yang-mungkin-jarang bertemu  karena kesibukannya masing-masing.

Namun acara kali ini tak hanya bertemakan temu kangen saja, namun lebih kepada penyusunan agenda dan penentuan Misykati setahun ke depan. Ya karena memang tumpu jabatan yang kala itu dipegang oleh Vahrul Adhi sudah genap satu tahun. Kini saatnya untuk regenerasi untuk menjebatani dan menuntun Misykati setahun kedepan.

Guyon, dagelan dan gasakan sudah menjadi ciri khas yang selalu ada dalam tiap sebelum dan berlangsungnya acara, dengan begitu kehangatan dan kedekatan menjadi semakin erat dan nikmat sehingga rasa bosan pun seolah tidak ada di kamus pikiran Misykatian.

Sekitar pukul 19.46 CLT acara pun dimulai, dengan dibawakan oleh MC yang lucu yaitu Ulul Albab.  Dibuka dengan bacaan Al-Fatihah acara pun dimulai khidmat dan tenang. Dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an yang dibawakan oleh Fahmi Akbar. Para Misykatian pun seolah terhanyut dalam lantunan merdu suaranya, khusuk dan khidmat.

Dilanjutkan dengan sambutan-sambutan yang pada kesempatan itu ‘Ammu Sugeng Hariady sebagai perwakilan sesepuh Misykati, menyampaikan beberapa prakata dan nasihat bagi para Misykatian. Beliau berpesan agar Misykati untuk tetap eksis dan jangan sampai Misykati itu tak terdengar lagi atau lebih parahnya bubar, juga mampu bersaing dalam bidang akademik dengan almamater yang lain.

Setelah itu sambutan kedua dibawakan oleh ketua Misykati-yang tak lama lagi jabatannya akan berpindah tangan kepada penerusnya- yaitu Vahrul Adhi dan juga dilanjutkan dengan LPJ selama masa tumpu kepemimpinanya.

Tepat setelah itu, acara yang paling ditunggu-tunggu akhirnya tiba, acara yang nantinya menentukan masa depan Misykati dan anggotanya kedepan. Pemilihan ketua baru, acara yang memang selalu disetting dengan aura dagelan, sante tapi pasti dan entah dari generasi mana mulanya.

Setalah mengalami pertarungan suara dalam pemilihan putaran pertama dari beberapa pilihan Misykatian, akhirnya terpilih empat besar yang nantinya akan dipilih kembali dalam pemilihan putaran kedua. Nama-nama itupun merupakan hasil dari demokrasi pemilihan dengan cara menulis dua nama Misykatian yang akan dicalonkan atau dipilih dikertas putih kosong kecil dari  panitia.

Adapun nama-nama dari empat besar itu ialah Tsabit Qodami, Islahuddin Al Mubarok, Rosyad Sudrajad dan Ulin Nuha N.R. Meraka semuanya maju keputaran kedua dan akan dipilih kembali oleh Misykatian dan pada akhirnya diambil suara terbanyak sebagai ketua. Sama seperti putaran pertama, panitia menyediakan kertas putih kosong yang nantinya akan ditulis dua nama dari empat yang terpilih dan suara terbanyak nantinya akan menjadi ketua Misykati tahun depan.

Setelah terjadi persaingan ketat dari empat nama tersebut, terpilihlah ketua baru yang akan menahkodai Misykatai tahun depan. Tsabit Qodami dengan jumlah suara 17 mampu menyingkirkan saingannya yaitu dengan urutan kedua Islahuddin dengan 12 suara. Sementara Rosyad meraih 6 suara, Ulin dengan 3 suara dan suara rusak 1.

Dengan terpilihnya ketua Misykati baru, semoga Misykati bisa hidup lebih terang lagi dan bisa berdinamika dengan Masisir, selamat bagi Tsabit Qodami. Pesan itulah yang mungkin terbisit dalam tiap tepukan tangan Misykatian di Aula rumah Gami’ imarah 61 malam itu. Acarapun ditutup dengan do’a dan ramah tamah.
-Uyunk-

No comments:

Post a Comment