artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Malam Jum’atan: PCINU Mesir Silaturrahmi ke Misykati


Kegiatan rutin malam yang lebih dikenal dengan nama Lailatul Ijtima’ kali ini digelar oleh Lembaga Dakwah Nahdatul Ulama (LDNU) PCINU Mesir bekerjasama dengan Misykati. Dalam kegiatan yang digelar di sekretariat Misykati, Kamis(14/2) itu diisi dengan pembacaan surat Yasin dan Tahlil.

Pembacaan surat Yasin dipimpin sendiri oleh saudara Abdul Gani, ketua LDNU PCINU Mesir. Adapun pembacaan Tahlil dipimpin oleh saudara M. Ikfil Hasan, salah seorang anggota Misykati. Tidak kurang 40 jamaah mengikuti kegiatan Lailatul Ijtima’ yang digelar rutin setiap malam jumat itu.

Jamaah yang terdiri dari anggota PCINU Mesir dan Misykatian ini terlihat khusuk menyimak rangkaian acara, apalagi ketika acara mau’izhah yang disampaikanoleh Khozien Dipo, ketua Tanfidziyah PCINU Mesir. Dalam sambutannya, Kang Dipo menyampaikan tentang barokah (berkah) yang identik dengan NU.

“Barokah merupakan kunci tradisi, kunci peradaban dan kebudayaan. Dewasa ini, politisasi barokah sudah sering terjadi, misalnya orang-orang yang kemampuan politiknya agak minim seperti di Indonesia itu, ada banjir membantu, mengharap-harap barokah padahal bukan NU. Itu artinya barokah memang bagian dari pondasi kita”, katanya.

Kemudian dia melanjutkan: “Barokah bukan hanya perkara yang sepele, bukan hanya kita berdoa Ya Allah semoga harta saya menjadi barokah. Dari missal ini barokah sudah menjadi sebuah elemen tetapi belum menjadi kesadaran sistem hidup”, tandasnya.

Ajakannya yang terakhir kepada jamaah untuk menjadikan barokah dan ilmu pengetahuan agar mampu menjadi bagian dari kesadaran diri mereka. Sementara itu dalam sambutannya ketua LDNU menjelaskan ihwal kegiatan tersebut. “Lailatulijtima’ yang dilakukan keliling ini bertujuan untuk mempererat tali silaturrahmi diantara pengurus PCINU Mesir dengan warganya,” ucap Gani, ketua LDNU PCINU Mesir.

Acara kali ini berjalan dengan santai dan lancar. Kemudian ditutup dengan ucapan terimakasih dari saudara M. Fathul Mahasin, salah satu sesepuh Misykati. “Saya merasa bangga dan senang dengan NU yang semacam ini, suka membaur, menganggap perbedaan itu bukan merupakan masalah bahkan sampai ketingkat agama”, pungkasnya.

Tepat pukul 09.00 CLT acara berakhir. Semoga kegiatan ini tetap istiqamah dan membawa barokah bagi Mi

No comments:

Post a Comment