artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Berburu Buku ke International Book Fair

Misykati saat mengunjungi Daar El-Shouruk
Kairo- Cairo International Book Fair 2014 telah dibuka sejak beberapa hari lalu. Semua mata tertuju pada pameran buku terbesar ke-2 dunia setelah Frankfurt Book Fair di Jerman ini. Terkhusus bagi mereka penuntut ilmu yang haus akan ilmu, dengan buku-buku yang melimpah nan lengkap yang ada disini juga berbagai penerbit buku baik lokal maupun internasional terdapat di pameran ini. Tentu ini adalah surga buku bagi mereka pecinta ilmu.   

Misykatipun tak ingin ketinggalkan even tahunan yang berharga di Mesir ini. Melalui Sitta A’lamun ketua Misykati yang mengomandoi anggota Misykati untuk menyambangi lautan buku ini. Hadir beberapa anggota Misykati yang datang dari sekretariat Misykati, Bu’uts, Madrasah dan KSW untuk berkumpul di KSW. 

Setelah Ashar, anggota Misykati berangkat dengan Tremco -mobil angkot- sebagai transportasi untuk menuju pameran yang terletak di kawasan Abbasiyyah ini. Setelah 15 Menit perjalanan, terlihatlah area lapangan pameran buku yang begitu luas yang acap kali disebut ma’rodh. Terpampang papan besar bertuliskan Cairo International Book Fair 2014. Dengan semangat tiket masuk seharga 1 pound digenggam. 

Terjadi insiden yang tak terduga saat di pintu masuk ma’rodh. Setelah menyerahkan tiket ke petugas, salah seorang anggota Misykati terscan pada tasnya sebuah barang mencurigakan. Saat diperiksa, sebuah handbody terdeteksi oleh alat X-Ray yang memakasa petugas harus memeriksanya lebih lanjut. Sehingga petugaspun harus menyita barang curigaan itu. Walau begitu, itu tak membuat patah arang untuk menyambut tingginya atsmosfer lautan buku yang membentang di pameran ini.

Memasuki area ma’rodh, Ramai dan penuh adalah gambaran saat ini. Berjejer-jejer toko buku dengan bermacam-macam nama penerbit buku dari berbagai belahan dunia terdapat disini. Orang berlalu lalang dan masuk-keluar toko buku. Diantara mereka ada yang membawa buku dengan bawaan seadanya, kantung plastik, tas bahkan diantara mereka ada yang membawa koper untuk mengangkut buku setelah keluarnya dari toko buku. 

Anggota Misykatipun berpencar memburu buku yang telah dibidik masing-masing dari mereka ke berbagai toko penerbit buku yang terdapat pameran ini. 

Salah satu anggota Misykati Faqih Dlofir yang begitu antusias menatap pameran ini telah mempersiapkan daftar buku yang akan ia buru dengan membawa list pada secarik kertas yang telah dipersiapkan. Dengan lihainya, dia keluar-masuk dari satu penerbit buku ke penerbit buku lain. Tentu dengan membawa seabrek buku yang telah Ia genggam saat keluar dari toko buku. 

Begitu juga dengan Nur Avi mahasiswi tingkat akhir Universitas Al-Azhar yang tak ingin ketinggalkan momen penting ini. Terlebih tahun ini adalah penghujung belajarannya di Universitas Al-Azhar. Berbagai macam buku dari beberapa penerbit buku Ia borong. Mulai dari buku-buku yang dikantongi plastik-plastik dan tas bahkan kardus yang berisi berjilid-jilid kitab turats maupun kontemporer. Tak cukup satu orang untuk membawa borongan bawaanya, buku-bukupun dibawa  oleh tiga orang sekaligus.

Pulangpun terasa indah. Dengan buku ditangan masing-masing anggota Misykati dan foto bersama menghiasi kebersamaan Misykati.  Begitu juga sesampainya di Hayy Ashyhir. Sebagai penutup agenda, makanan khas Mesir Kibddah Maqli berlabel Syarqowi disantap dengan kebersamaan. 


Lihat Foto Misykati Lainnya 

Penulis : Mus-abiq Habiebie
Editor   : -
Tulisan ke : 10

1 comment: