artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Kajian Tafsir Ayat Ahkam, Misykati Membahas Tentang Ghanimah


Kairo- Selasa (18/2) Misyakti kembali menggelar agenda kegiatan kajian rutin, setelah sebelumnya pada (11/2) menggelar kajian perdananya tentang Ilmu Mawaris. Bertempat di sekretariat Misykati Mesir, Gamik, pada kali ini Misykatian mengkaji tentang Tafsir Ayat Ahkam yang dipresentasikan Lutfiani Istiqomah yang menjadi pemakalah.

Kajian yang sedianya dimulai tepat setelah Ashar, harus dimulai pada pukul 16.15 CLT. Itu dikarenakan banyaknya dari Misykatian yang datang terlambat.

Sebelum memasuki pembahasan, Lutfiani menjelaskan, bahwa dirinya menjadi pemakalah begitu mendadak, karena jadwal pada hari itu seharusnya adalah Taswibat Lughowiyyah. Tapi dikarenakan belum ada yang mengisi sampai hari itu, Taswibat Lughowiyyah pun tak dapat dilaksanakan.

Pada kajian Tafsir Ayat Ahkam ini, pemakalah membahas tentang Ghanimah (harta rampasan perang) yang terkandung dalam surat Al-Anfal.

Sebelum menjelaskan kandungan isi dalam ayat, pemateri menugasi para Misyaktian untuk membaca potongan ayat dari Al-Qur'an dan menerjemahkan ayat–ayat tersebut secara bergantian. Kemudian pemakalah menjelaskan kandungan hukum yang terkandung pada ayat tersebut.

Walaupun udara Kairo saat itu begitu dingin, tak membuat Misykatian patah arang untuk belajar bersama. Terbukti, Misykatian begitu antusias melontarkan pertanyaan ataupun tanggapan masing-masing dari mereka terhadap tema pada kajian kali ini.


Misykatian saat sesi tanya jawab


Dikarenakan banyak dari Misykatian putri yang terbentur peraturan asrama yang mengharuskan mereka pulang lebih awal, kajian pun diakhiri tepat setelah adzan Maghrib berkumandang. Dan sebagai penutup dari acara, kolak telo hangat menemani Misykatian yang menambah nuansa kebersamaan dan kekeluargaan pada kajian sore itu.[6]

Editor    : Ahmad Musabiq Habiebie
Tulisan  : 16

Ilham Azizi

Kedekatannya dengan orang-orang berilmu dan bermartabat--baca para pembina--menjadikannya panglima tertinggi di OPPK. Pun diduga kemenangannya adalah hasil sebeh yang ia peroleh dari entah siapa. Namun, selain dari asumsi-asumsi di atas, pengalamannya sewaktu di MTs sebagai ketua OSIS tak dapat kami sangkal sehingga memaksa kami untuk memilihnya.

No comments:

Post a Comment