artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Pasca Futsalan Bareng, Misykati Berlanjut Silaturrahmi ke Sesepuh



Misykati—Seperti yang telah diagendakan dalam kegiatan Misykati, bahwa setiap awal bulan menjadi ahwal rutin main bola bagi anggota Misykati.

Dengan menyicipi lapangan baru di Nadi Syabab Madrasah, Ahad (9/2) 15 orang yang terdiri dari anggota Misykati ikut serta dalam futsal kali ini. Pertandingan yang dimulai sejak pukul 9.00 pagi sampai 11.00 ini diwarnai dengan hujan gol dan “kolong” sehingga menambah keceriaan dan canda di lapangan sintetis yang dulu dikenal dengan stadium berbedu. 

Menjadi lebih istimewa, karena salah satu sesepuh Misykati Sugeng Haryadi yang sangat akrab dipanggil ammu sugeng dikalangan Misykati ini ikut andil bersama Misykati dalam agenda Futsal kali ini. Tak lupa pula sang junior Nabigh pun ikut bersamanya. Seperti tak mau kalah dengan sang ayah, Misykati junior ini juga ikut mengolah si kulit bundar di lini tengah lapangan bersama sang ayah. Bakat sepakbolanya sudah terlihat, mengingat darah pemain bola telah diwariskan oleh sang ayah  yang merupakan mantan striker tim walisongo FC.

Dengan 6 orang pemain untuk setiap timnya dan durasi 15 menit perpertandingan, membuat keluar-masuk pergantian pemain sering terjadi, begitu juga dikarenakan teriknya matahari yang mengakibatkan beberapa pemain cepat lelah.

Di akhir futsal, Misyaktian tak lupa mengabadikan momen berharga dengan foto bersama sebelum meninggalkan lapangan.

Agenda dilanjut dengan silaturahmi bareng di kediaman Zainul Anshori yang tak jauh dari lokasi lapangan. Salah satu sesepuh misykati yang acap kali dipanggil dengan sebutan mas Anshori ini menyambut misykatian dengan hangat selepas perpulangan dari main bola. Sembari melepas lelah, Misykatian ngobrol santai ditemani bakwan goreng dan “onde-onde” sebelum menuju menu utama yaitu hidangan kari ayam kampung yang siap tersaji.

Bak gayung bersambut, dari Misykati siap mengagendakan untuk kedepannya futsal bareng yang dilanjut silaturahmi kembali kerumah salah satu pencetus Hasyimiyah ini semasa MAPK dulu, dan itu diamini olehnya.

Tak kurang dari 2 jam di kediaman mas Anshori, Misykatian beranjak dari rumahnya dan menuju ke kediaman salah satu sesepuh Misykati lain, yaitu Amu Dhon sapaan akrab Wachid Ramadhan yang jalurnya searah didaerah Saqor Quraisy.

Walaupun dengan tenaga yang lelah. Tentu untuk tujuan menyambung silaturrahim Misykatian menerjangnya dengan berjalan sekitar 150 meter dari rumah mas Anshori.

Sesampainya di kediaman Ammu Dhon, rumah begitu sepi dan hanya seorang ammu dhon yang berada dirumah, sehingga kedatangan Misykatian begitu membuat rumah ramai. Bincang-bincang santaipun terjadi diantara Misykatian dan sesepuhnya yang datang awal Mesir sejak tahun 2002 ini. Dalam Ceritanya, Pria yang akan merampungkan studi S2-nya di Universitas Al-Azhar ini, menuturkan sosok-sosok Misykatian zaman dahulu seperti Tri Bimo Soewarno dan Nabih Shidiq yang masyhur dikalangan Misykati generasi saat ini. Ammu Dhon menceritakan saat-saat dulu bersama Misykati tempo dulu. kenangan indah saat generasi tempo dulu berkumpul bersama seperti hobi masak tomyam ketika berkunjung ke sekretariat Misykati lama yang terletak dibilangan Musalas, Swesry B. {}

Penulis  : Sitta A'la Arkham
Editor    : Ahmad Musabiq  Habiebie
Tulisan  : 13

No comments:

Post a Comment