artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Kajian Qowaid Fiqhiyyah 5 Bahasa ala "Pak Cik"


Misykati--Selasa petang (25/2) Misykati melanjutkan acara rutinan kajian. Bertempat di Sekretariat Misykati, Gamik, kali ini duo pemakalah Misykati Djazam Asfari dan Ismail Rozi mengkaji Qawaid Fiqhiyyah.

Tepat pukul 16.30 CLT, kajian dimulai dengan beberapa Misykatian yang  telah hadir untuk mendengarkan ulasan dari pemakalah Djazam Asfari dan Ismail Rozi.

Djazam yang menjadi pemakalah pertama hari itu, mulai menjelaskan pengertian Qawaid Fiqhiyyah secara etimologi dan terminologi. Misykatian terlihat antusias menyimak penjelasan dari pemakalah pertama. Sesekali ada yang menganggukkan kepala yang berarti tanda paham, ada pula yang mengajukan pertanyaan terkait bahan yang disampaikan Djazam.

Setelah pengertian Qawaid Fiqhiyyah secara gamblang disampaikan Djazam, pembahasan dilanjutkan lebih rinci oleh Ismail Rozi sebagai pemakalah kedua.

Dengan memakai buku tebal Qawaidh fiqhiyyah ditangannya, pemakalah yang akrab disapa 'Pak Cik' ini menyampaikan kajian dengan bahasa lima bahasa, yaitu bahasa Indonesia, bahasa Jawa, bahasa Arab Fusha, Arab Amiyah Mesir dan Inggris. Namun inilah daya tarik tersendiri dari Pak Cik, karena berhasil memahamkan Misykatian yang benar-benar memperhatikan materi yang disampaikkannya.

"Ternyata pak Cik ini sudah pantas sekali jadi guru" celetuk salah seorang Misykatian.

Kajian berjalan dengan lancar. Sesekali dibumbui oleh gelak tawa para Misykatian akan pembawaan Ismail Rozi yang begitu jenaka dalam menyampaikan materi.

Walaupun banyak materi yang belum sempat tersampaikan, kajian terpaksa disudahi. Mengingat beberapa kawan Misykati yang harus kembali ke asrama, ada juga acara lain seperti Tasykil Jawa Cup dan lain-lain. Juga, itu dikarenakan mati lampu yang mendadak.

Acara ditutup dengan jama’ah sholat Maghrib. Setelah itu, seperti biasa kolak hangat telah tersaji, karya kaji Daim ini siap untuk disantap. [6]

Penulis  : Nadya Khanna Syarifa
Editor    : Ahmad Musabiq Habibie
Tulisan  : 18

No comments:

Post a Comment