artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Misykati Mempelajari Adab Sejarah Islam


Kairo- (4/3) Misykati kembali menggelar acara rutinan kajian. Kali ini, Nadya Khanna Syarifah menjadi pemakalah untuk kajian yang telah berjalan 4 kali itu.

Bertempat di sekretariat Misykati, Misykatian begitu antusias menyambut kajian, ditandai dengan sedikitnya 15 orang Misykatian yang datang untuk menuntut ilmu.

Mengenai bahasan kajian kali ini ialah Adab, bercerita mengenai sejarah serta perkembangan syair. Dimulai dengan sejarah Islam, Nadya menceritakan awal mula runtuhnya Khulafaa' Rasyidin dan dimulainya Dinasti Umayah. Lanjut Nadya, setelah terbunuhnya Ali Bin Abi Thalib, kekuasaan diteruskan putranya, Hasan Bin Ali. Tak lama Hasan berkuasa, kekhalifahan Islam berpindah ke Muawiyyah bin Abi Sofyan, dan itu menjadikan awal mula Dinasti Umayah berdiri.

Nadya menjelaskan secara gamblang awal mula kekhalifahan Bani Umayah hingga akhir kekhalifahan Umayah runtuh. Tak lupa, biografi 15 khalifah sampai perpolitikan yang terjadi pada setiap masa kekhalifahan Bani Umayah selama kurang lebih 94 tahun menguasai pemerintahan Islam ia jelaskan. Sampai Dinasti Abbasiyah pun berdiri. Pada saat ini adab bermunculan, dengan para penyair yang mempertunjukkan syair-syair mereka. para penyair ini dari berbagai kalangan, baik mu’tazilah, syiah, khawarij dan lain-lain.

Sebut saja Jarir, Farasdak, Akhtol penyair kondang era dinasti Umayah, Khamid al Asadi dan  Kutsair penyair dari golongan syiah, Imran bi Khattan dan Attarmah bin Hakim dari golongan khawarij, dsb.

Tidak hanya menyebutkan penyair-penyair kondang kala itu, pemateri juga memberikan contoh syair dari mereka salah satunya mengenai ghazl (syair tentang cinta), hal ini memicu tanya jawab oleh Misykatian semua sehingga diskusi kecilpun terjadi sampai adzan Maghrib berkumandang.

Seperti biasa acara berakhir ketika waktu Maghrib mulai masuk, mengingat peraturan asrama bagi sebagian Misykatian yang tidak boleh telat. Dan untuk menutup acara, pada penghujung acara sajian Ayam Bakar "cak dlofir" melengkapi kebersamaan Misykatian malam itu.[6]

Penulis : Ahmad Musabiq Habibie
Editor   : Sitta A'la Arkham
Tulisan : 19

No comments:

Post a Comment