artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Misykati Menguak Sejarah Tabiut-Tabi'in


Kairo- (11/3) Setelah berkali-kali mengadakan kajian muqoror Al-Azhar tingkat 3 dan 4, kini Misykati mengajak Misykatian untuk kembali mereview diktat Al-Azhar paling dasar di tingkat 1 Syariah Islamiyah, yaitu Tarikh Tasyri, sebuah pelajaran berkenaan dengan sejarah.

Dibawah panduan Sopandi, kajian Tarikh Tasyri’ kali ini membahas mengenai sejarah Tabiut-tabiin. Yaitu sebuah generasi setelah sahabat nabi dan Tabiin yang juga termasuk salah satu generasi terbaik setelah nabi wafat.
 
Dimulai dengan menjelaskan definisi sahabat dan Tabiin, Sopandi menjabarkan nama-nama Tabiut tabi’in yang masyhur dan berjasa besar dalam Islam, diantara mereka yaitu Imam-imam madzhab. Seperti : Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’I, dan Imam Hanbali. Namun ada juga yang mengatakan bahwa Imam Abu Hanifah dianggap sebagai ulama Tabii’in karena pernah bertemu dengan sahabat Anas bin Malik (salah satu sahabat  bukan Imam Malik bin Anas).

Selain ulama mazdhab diatas ada juga ulama lainnya diantaranya: Sufyan bin Uyainah, Waki’, Ja’far Ashadiq, Abdullah bin Al-Mubarak, dsb.

Dalam kajian ini bertambah menarik karena hampir semua peserta kajian ikut bersua menambahkan pengetahuan-pengetahuan baru yang berkaitan dengan Tarikh Tasyri’.

“Kenapa kota Yatsrib sekarang berubah namanya menjadi Madinah?, dulu Yatsrib adalah sebuah kota kecil, setelah nabi berhijrah Yatsrib berkembang menjadi kota madani dengan tata kota dan pemerintahan yang baik serta adanya perluasan wilayah sehingga diubahlah namanya menjadi Madinah” Iis Istianah menambahkan.

Diakhir kajian notulen menyampaikan resume kajian dengan menegaskan akan pentingnya belajar Tarikh Tasyri’, karena dengan belajar sejarah kita bisa tahu masa lalu dan memprediksi masa depan, utamanya jika berbicara mengenai ulama madzhab perlu menggali lebih dalam mengenai madrasah ahli ra’yi dan ahli hadist.[6]


Penulis : Sitta A'la Arkham
Editor   : Ahmad Musabiq Habibie
Tulisan : 20

No comments:

Post a Comment