artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Lagi, Alumni MAPK Surakarta Raih Gelar MA di Universitas Tertua kedua di Dunia


Kairo-- (20/4) Untuk kesekian kalinya alumni MAPK Surakarta di Mesir (Misykati), berhasil menyelesaikan studi Magisternya di Universitas Al Azhar. Beliau adalah Muhammad Zainul Abidin, alumni MAPK tahun 1999, putra asli Kendal (Jawa Tengah), Mahasiswa S2 Fakultas Ushuluddin, Jurusan Hadits.

Beliau menulis tesis dengan judul "Tahqiq Kitab Taudhih Fath ar Rouf al Mujib bi Syarhi an Namudzaj al Labib fi Khosois al Habib". Beliau dan keluarganya patut berbangga atas gelar yang diraih, mengingat proses yang dijalani sangatlah tidak mudah, butuh waktu 10 tahun untuk berkonsentrasi dalam studinya demi meraih gelar MA (magister) yang sekarang disandangnya.

Gelar ini juga menjadikan dirinya menjadi orang Misykati ke-lima yang berhasil menyabet gelar MA dari Universitas tertua di dunia, sehingga menjadikannya bergabung dengan golongan pendahulu-pendahulu Misykati yang sukses secara akademik. Sebagaimana kesuksesan Dr. Saiful Bahri dengan gelar doktoralnya, juga gelar magister yang diraih oleh Latif Hakim, MA., Khairun Niat, MA. serta Sugeng Hariyadi, MA.

Sebelum berhak menyandang gelar tersebuat, ia harus berjuang mempertahankan tesisnya dengan menghadapi pertanyaan dan kritikan oleh dosen pembanding (munaqisy) dalam sidang tesis (munaqasyah). Bertempat di auditorium Prof. Dr. Abdul Halim Mahmud (Fakultas Ushuluddin, Universitas Al-Azhar, Kairo) munaqasyah dimulai pukul. 10.10 Clt., bermula dengan presentasi tesis dari saudara Zainul dengan menjelaskan alasan pemilihan judul, serta menerangkan apa saja yang telah ia tulis dalam tesisnya tersebut secara ringkas dan jelas.

Selesai presentasi, Ustadz Duktur (Prof. Dr.) Mustafa Hasan Husein (Dosen Hadits Fakultas Ushuludddin Kairo) sebagai dosen pembimbing yang sekaligus menjadi moderator dalam munaqashah tersebut mempersilahkan kepada kedua pembanding, Ustadz Duktur (Prof. Dr.) Jadur Robb Amin (Dosen Hadits dan 'Amid Fakultas Dirasat Islamiyyah Kairo) selaku pembanding dari fakultas lain, serta Ustadz Duktur (Prof. Dr) Muhammad Nash Sanusi selaku pembanding dari fakultas yang sama untuk menyampaikan komentarnya terhadap karya tulis tersebut.

Dengan panjang lebar kedua pembanding menyampaikan komentarnya, yang pada intinya keduanya memuji dan sekaligus mengkritisi Risalah Magistir (tesis) yang dibuat oleh senior Misykati ini. Keduanya menuturkan bahwa pada dasarnya judul dan tulisan yang diangkat dan ia buat sangatlah bagus, namun ada beberapa kesalahan dalam menentukan jenis hadis dan juga beberapa kesalahan kepenulisan. Diakhir komentar, keduanya sangat mengapresiasi karya tulis yang telah dibuat, dan mendoakan yang terbaik bagi penulis. Munaqasyah kemudian diskors sementara untuk salat dhuhur.

Munaqasyah pun dilanjutkan dengan agenda yang masih sama dengan sebelumnya, yaitu komentar dan kritikan dari dosen pembanding terhadap penulis dan karya tulisnya. Di sesi kedua ini, tidak banyak komentar yang dilontarkan oleh keduanya, sehingga mempercepat jalannya sidang. Tak berselang lama munaqasyahpun selesai, moderator mempersilahkan hadirin untuk sementara waktu meninggalkan ruangan sidang sembari menunggu penilaian.

Sesaat kemudian, hadirin kembali memadati ruangan sidang dengan dosen pembimbing yang telah siap mengumumkan nilai. Dengan raut muka yang berharap-harap cemas seakan tidak sabar menunggu apa yang akan akan dikatakan oleh dosen pembimbing, saudara Zainul dan semua orang yang hadir siang itu, menyaksikan dengan seksama setiap kata yang keluar dari mulut sang dosen. Akhirnya kalimat yang ditunggu-tunggu itu pun mucul, beliau dan segenap dewan penguji memutuskan bahwa tesis saudara Muhammad Zeinul Abidin diterima dengan taqdir (nilai) Mumtaz (cumlaude). Riuh tepuk tangan pun menggelora, dan ucapan selamat menjadi trending topic di ruangan tersebut.

Selepas munaqasyah, Misyaktian (sebutan untuk anggota Misykati) segera bergerak menuju ke kediaman Fajar Sutarko Lc dan Nikmah Mawadati Lc, (salah satu anggota Misykati yang sudah berkeluarga) dalam rangka bersilaturahmi dan menjenguk bayinya yang diberi nama Luffy Fauzy Zamakhsari. Keduanya tercatat sebagai Mahasiswa S2 Universitas Al Azhar, selain keduanya, ada juga Muchammad Wachid Romadlon, Mohammad Muwafiq Azifulloh, Muhammad Solihul Arifin serta Fathul Machasin, yang sama-sama menempuh studi S2 di Universitas ini.

Salah satu sumber yang dapat dipercaya menyebutkan, Amu Dhon (sapan akrab Muchammad Wachid Romadlon) akan segera melangsungkan sidang tesisnya dalam waktu dekat-dekat ini. Yang patut dibanggakan lagi, masih adanya salah satu punggawa Misykati yang sedang berkutat di Marhalah Dukturoh (S3) Al Azhar, beliau adalah Sugeng Hariyadi, MA.

Selamat atas keberhasilan Muhammad Zainul Abidin menyelesaikan studi magisternya, semoga kesuksesan tersebut  bisa menjadi tambahan samangat dan dorongan moral bagi Misykatian semua, terkhusus kepada punggawa-punggawa yang sedang menempuh studi magister.[6]










Penulis : M. Ulinnuha NR.
Editor   : Sitta A'la Arkham
Tulisan : 26

No comments:

Post a Comment