artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Melestarikan Budaya Religi dengan Bershalawat


Kairo- (5/6) Hidup di tanah rantau, tak lantas lupa akan daratan, tak lupa pula akan budaya serta adat istiadat daerah. Inilah yang terjadi pada sekelompok pemuda Indonesia mahasiswa Al Azhar di Mesir. Demi mengobati rasa rindu, begitu juga bertujuan melestarikan adat istiadat akan sholawat pada baginda nabi SAW, mereka menggagas majlis Barzanji (Dziba'), yang diselenggarakan sekali dalam sepekan yaitu tiap kamis malam.

Tidak seperti sebelumnya, yang selalu bertempat di sekretariat KSW (Kelompok Studi Walisongo), kali ini majlis mingguan ini bertempat di Sekretariat Misykati (Majlis Intensif Studi Yurisprudensi dan Kajian Pengetahuan Islam). Acara yang sedianya dimulai setelah maghrib ini, sempat molor beberapa saat, dikarenakan peralatan terbang dan kitab yang belum ada. Dengan segera, setelah terbang dan kitab datang yang ditandai dengan kedatangan beberapa anggota dari sekretariat KSW, Ustadz Fathul Machasin,Lc. selaku penggagas acara ini membuka dengan sedikit kata pengantar, dilanjutkan dengan membaca Kitab Maulid al Barzanji.

Secara bergiliran, jama'ah pada majlis membaca kitab -yang dikarang oleh Syaikh Ja’far bin Husin bin Abdul Karim bin Muhammad Al Barzanji- dengan suasana yang khusyu' dan penuh khidmat dalam melantunkan kitab yang berisi ringkasan sejarah hidup Baginda Nabi SAW, serta syair-syair pujian terhadapnya. Majlis semakin terasa khusyu', saat pembacaan sampai di mahallul qiyam, dimana semua jama'ah berdiri sambil melantunkan pujian-pujian terhadap baginda nabi Muhammad SAW, disertai iringan suara terbang yang ditabuh oleh Azhar, Jazam, Lutfi dan Landy.

Selesai melantunkan beberapa bagian dari kitab tersebut, Ustadz Machasin mempersilahkan kepada Ustadz Eko Sutrisno Lc, Dpl. untuk memimpin do'a. Kemudian dilanjutkan dengan Tausyiyah dari Ustadz Solihul Arifin Lc., Ia melanjutkan tausyiyah pekan sebelumnya, dengan menjelaskan bab ke-5 dalam kitab tersebut yang mejelaskan tentang kelahiran Nabi Muhammad SAW. Ia menjelaskan isi kitab kepada jama'ah dengan menuturkan rinci kalimat per kalimat.

Suasana semacam ini tidaklah asing lagi bagi mereka, sebab mayoritas dari mereka pernah mengalami di mushola-mushola kampung ataupun di pondok pesantren, yang mana hal tersebut rutin digelar tiap minggunya. Hal tersebut dapat mengobati rindu mereka pada kampung halaman masing-masing dari mereka. Itulah yang menyebabkan mereka rutin menjalaninya, sekalipun dengan suara yang terkuras habis, serta sesekali butir keringat menetes dari wajah, mereka tetap bersemangat bersholawat kepada baginda agung Nabi Muhammad SAW.[6]


Penulis : M. Ulinnuha NR.
Editor   : Ahmad Musabiq Habibie
Tulisan : 28



2 comments:

  1. di era sekarang ini, semua orang menginginkan sukses , entah itu sukses dalam bidang rumah tangga, pekerjaan dan lain sebagainya. banyak yang menempuh jalan pintas seperti Pesugihan namun sangat di sayangkan hampir semua orang tidak mengetahui cara sukses yang benar dan terbukti ampuh mengantarkan orang ke gerbang kesuksesan, tanpa Ilmu sukses banyak dari mereka yang terjebak dengan cara instan yang akhir nya malah membuat mereka terpuruk dalam meraih keadaan yang jauh dari kata sukses , untuk itu proses untuk meraih kesuksesan juga perlu untuk diperhatikan. untuk anda yang ingin meraih kesuksesan kami tawarkan sebuag rahasia sukses yang akan menuntun anda meraih kesuksesan. silahkan klik disisni =>Rahasia sukses

    tambahan , informasi tentang Pesugihan halal silahkan klik disini => Pesugihan tanpa tumbal , Batu Mustika , Batu Bertuah

    ReplyDelete