artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Memoriam Sang Guru Besar MAPK Surakarta-Misykati


Duka mendalam turut dirasakan para anggota Misykati Kairo atas wafatnya Ustadz KH. Rosyidi Asyrofi ,Lc. Menurut informasi yang beredar, beliau mengalami sakit parah selama berbulan-bulan. Ada gangguan di otak beliau, karena terlalu memforsir penggunaan otak. Bahkan  sampai umur beliau yang lebih dari 75 tahun, beliau masih terus membaca buku. Hingga akhirnya dirawat di RSI Yarsis Solo. Almarhum  pulang ke rahmatullah pada hari Rabu, 04 Juni 2014, Pukul 18.45 WIB  di rumah duka (sebelah utara pondok As-Salam, Solo).

Mengetahui hal tersebut Misykati Mesir mengadakan shalat ghaib untuk sang guru besar ustadz. Rosyidi. Setelah shalat ashar sekitar pukul 17.30 Clt,  Misykatian sudah mulai berkumpul di sekretariat Misykati, mengingat sebagian dari mereka masih ada yang belum menyelesaikan jadwal imtihanya. Diawali  dengan membaca tahlil bersama yang dipimpin oleh saudara Machasin yang kemudian dilanjutkan sholat maghrib plus sholat ghaib berjamaah untuk ustadz Rosyidi  dipimpin oleh ‘Ammu Zainul. Acara berlangsung secara khidmat karena rasa kehilangan yang sangat mendalam dirasakan oleh anggota Misykati terhadap sosok ustadz tercintanya.

Suasana haru bercampur duka semakin terasa setelah satu persatu dari anggota Misykati  mengungkapkan biografi beliau dan menyebutkan uslub bahasa arab yang masih diingatnya ketika mengenyam pendidikan di MAPK. Almarhum sendiri adalah salah satu pendiri dari MAPK. Selama hayatnya ustadz. Rosyidi dikenal sebagai sosok ustadz yang kharismatik dan berwibawa. Berikut hal-hal yang terngiang  jelas dimata muridnya:

1.    Kesabaran dan keikhlasan beliau ketika mengajarkan bahasa arab kepada para siswa MAPK dari generasi ke generasi.

Walaupun dikelas cuma ada beberapa siswa saja namun beliau tetap mengajar, dan yang pasti beliau sudah ada dikelas sebelum jam “nol” alias sebelum waktu pelajaran normal dimulai. Bahkan  dulu pernah setelah shalat shubuh beliau sudah berada dikelas untuk mengjar teman-teman yang mempunyai jam khusus dengan beliau.

2.    Merupakan ustadz yang kaya akan mufrodat dan uslub-uslub bahasa arab yang indah.

Hampir semua murid MAPK Surakarta  mengakui bahwa selama ini guru yang  pernah ditemuinya baru beliaulah yang mempunyai uslub-uslub bahasa arab yang indah.

3.    Di samping itu, beliau juga merupakan sosok yang sederhana dan tidak mau merepotkan.

Terlihat dari dulu motor yang dipakai hanya itu-itu saja, serta ketika beliau agak sakit tidak mau dijemput dari rumahnya karena takut merepotkan.

4.    Semangat menuntut ilmu yang tinggi.

Diusianya yang sudah tidak muda lagi semangatnya dalam menuntut ilmu tidak pernah pudar, pernah suatu kejadian beliau kurang paham mengenai materi nahwu, tanpa sungkan beliau datang ke ustadz Mundzir hanya untuk Tanya satu masalah mengenai nahwu dan itu jauh-jauh dari kediamannya di kompleks pondok As-Salam.

5.    Menghargai orang yang semangat menuntut ilmu.

Beliau selalu menyempatkan waktu untuk membantu siswanya yang bertanya dan kebanyakan selalu ingat akan nama-namanya.

Itu hanya beberapa hal saja mengenai sosok beliau dimata siswanya, masih banyak hal yang tidak mungkin bisa disebutkan satu persatu atas jasa beliau yang begitu banyak.

Atas wafatnya Ustadz KH. Rosyidi Asyrofi, Lc. seluruh mahasiswa Al-Azhar Kairo alumi MAPK Surakarta tanpa tekecuali, ikut mendoakan agar a

"Allahummagfirlahu warhamhu wa’afiihi wa’fuanhu".
mal baiknya diterima di sisi Allah Swt dan mendapatkan tempat yang mulia di sisiNya. Amin [6]

Editor   : Sitta A'la Arkham
Tulisan : 27

Amna Mushoffa

Jomblo jumpalitan, pengamat lampu jalan dan kemacetan, pemuja sepak bola #halamanrumah, penggemar drama percintaan masisir. Mata dan rambut segendang-sepenarian dengan aktor Descendants of Sun dan mengaku mirip dengannya. Hidup yang nomaden membuatnya sulit untuk diidentifikasi lebih lanjut.

No comments:

Post a Comment