artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Tasyakuran Temus Misykati Dimeriahkan JAMURO KSW

(23/08) Rejeki setiap orang memang berbeda-beda, dalam bentuk yang berbeda-beda pula. Tahun ini ada 5 orang anggota Misykati yang diberikan rejeki menunaikan Ibadah haji di tanah suci, kelima orang tersebut adalah; Vahrul, Islah, Landy, Nurdin dan Rosyad. Empat nama pertama berhak menunaikan haji setelah nama-nama mereka keluar dalam undian temus yang diselenggarakan beberapa bulan yang lalu, sementara nama yang terakhir berhak mendapatkan jatah Temus (tenaga musiman) haji dikarenakan pengabdiannya selama satu tahun periode kepengurusan sebagai ketua KSW.

Mengingat semakin dekatnya waktu pemberangkatan temus ke tanah suci dan belum jelasnya jadwal pemberangkatan, maka mereka mengadakan acara tasyakuran haji atau walimatul hajj sabtu kemarin, sebagaimana yang dituturkan oleh Vahrul Adhi Budiawan, Lc. disela-sela kesibukannya mempersiapkan keperluan acara.

"Kalau tidak ada keterlambatan, insyaallah akhir bulan Agustus kami sudah berangkat ke tanah suci, mohon doanya", ujarnya.

Senada dengan apa yang disampaikan mantan ketua Misykati periode 2011/2012 itu, Nurudin Mahmudi mengatakan bahwa pemberangkatan Temus ke tanah suci belum ada kepastian kapannya.

"Sampai sekarang belum ada kepastian kapan kita akan diberangkatkan kesana, makanya kita cepat-cepat gelar tasyakuran, mumpung masih ada jeda sampai hari pemberangkatan", ucapnya.

Sate ayam menjadi menu tasyakuran sore itu. Lebih dari 50 orang hadir pada acara tersebut. Mayoritas tamu yang hadir berasal dari internal keluarga besar Misykati, sementara sisanya adalah tamu-tamu undangan dari masing-masing sohibul hajat.



Selain menggelar Acara Tasyakuran walimatul hajj, pada hari itu Misykati juga menggelar acara Dziba'an yang bekerja sama dengan pihak KSW. Berbeda dengan edisi-edisi sebelumnya yang hanya terdapat belasan orang, kali ini ada puluhan orang yang mengikuti prosesi pembacaan barzanji sebab tamu-tamu undangan tasyakuran juga ikut nimbrung dengan JAMURO (Jama'ah Muji Rosul) nya KSW.

Sebagaimana biasanya, beberapa orang memegang rebana untuk ditabuh dalam momen-momen tertentu, kemudian yang lain memegang kitab barzanji dan membacanya saat giliran tiba, sementara sisanya ikut menyimak dan melantunkan shalawat-shalawat nabi secara antusias.

Selesai prosesi, Nashifudin Lutfi selaku pemimpin jamaah mempersilakan saudari Durotul Badingah, Lc. untuk menerangkan kepada jamaah Athirilah yang ke 13. Sebelum mulai, ia mengatakan bahwa dirinya akan menyampaikan pengajian dengan bahasa ngapak.

"Nyong nganggo bahasa ngapak bae ya, pada paham ora ?, paham kabeh mbok ?", ujarnya.
Spontan riuh tawa dan tepuk tangan jamaah memenuhi ruangan tersebut. Bahkan tidak jarang jamaah menanggapi apa yang disampaikan dengan maksud memancing suasana yang lebih semarak lagi.

"Nyong ra paham lah rika ngomong apa ?" celetuk Mahrus memotong penjelasan dari Mbak Duroh-sapaan akrab Durotul Badingah.

Dengan selalu menyunggingkan senyum, Mbak Duroh menjelaskan dengan runtut  bahwa ummahatul mu'minin Sayyidah Khodijah merupakan istri yang solihah, patut dijadikan suri tauladan.

"Sayyidah Khadijah iku bojo kang solihah, patut dadi contoh kanggo rika-rika kabeh sing arep dadi bojone wong lanang", tuturnya mengarah ke jamaah putri yang hadir dalam majlis tersebut.

"Bojone nabi sing pertama iku nduwe peran gedhe marang Nabi", tambahnya.

Majlis ditutup dengan sesi tanya jawab dengan dimoderatori saudara Lutfi. Ikfil Hasan lah yang  paling antusias dalam sesi ini, ia menanyakan banyak hal terkait hal-hal yang telah disampaikan Mbak Durroh.

Penulis  : Ulin Nuha Nailur Ridlo
Editor    : Cah Gagah

No comments:

Post a Comment