artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Mengkaji Bayi Tabung bersama Bang Obik

Bang Obik saat memeaparkan isi makalahnya


Kairo-(23/9) kajian rutin Misykati kali ini membahas diskursus keislaman yaitu “Hukum Bayi Tabung dalam Perspektif  Islam” yang dipresentasikan oleh Ahmad Musabiq Habibie.

Kajian tentang bayi tabung ini juga sudah pernah diajarkan di tingkat satu fakultas Syariah wal Qanun Universitas Al-Azhar. Maka dari itu menurut Bang Obik -sapaan akrab Musabiq Habibie-, kajian kali ini di samping untuk mengingat apa yang telah lewat juga memperdalam pengetahuan kita tentang studi kontemporer.

Dengan runtut Bang Obik menjelaskan bayi tabung mulai dari sejarah, proses hingga hukum bayi tabung. Dalam pemaparannya Bang Obik menjelaskan bahwa bayi tabung yang dibolehkan oleh ulama fiqih kontemporer adalah bayi tabung hasil dari materi suami-istri tanpa ada campur tangan pihak ketiga.

“Sperma dan sel telur harus berasal dari pasangan suami istri yang sah, dan tidak boleh ada pihak ketiga yang ikut campur baik lewat sperma, sel telur, maupun rahim,” terang Bang Obik dalam penjelasannya.


Peserta Kajian

Suasana kajian kali ini berbeda dengan sebelumnya, karena tidak ada satupun anggota perempuan Misykati yang hadir.

Namun suasana kajian masih tetap hangat seperti biasanya, apresiasi dan antusiasme dari anggota yang hadir dalam menanggapi penjelasan pemateri pun cukup banyak. Satu jam kajian berjalan, dengan sesi tanya jawab dan tanggapan, kajian yang dibuka oleh moderator pada pukul 18.00 CLT di Sekretariat Misykati itu pun ditutup setelah azan maghrib berkumandang.

Untuk melihat makalah : Klik disini (Bayi Tabung dalam Prespektif Islam).

Editor  : Isti'anah Jawharatul Ummah
Moh Faqih Dlofir

Terlahir ngapak dan biasa dipanggil Faqih, Dlofir atau Cah Gagah. Selama tidak ada urusan kegiatannya berupa makan, minum, tidur, bolak-balik kamar mandi dan nge-net. Kalau main PES selalu menang, mungkin karena jarang piknik. Oia, dalam pengakuannya dia senang membaca.

No comments:

Post a Comment