artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Misykati Membahas Sastra



Kairo (16/ 9). Para anggota Misykati menggelar acara rutin kajian mingguan di sekretariat Misykati, Gamik, Hay Asyir. Kajian kali ini merupakan kajian ke dua yang diadakan pada termin ini dan dibawakan langsung oleh ketua Misykati sendiri saudara Moh Faqih Dlofir yang membahas tentang peran sastra dengan karakteristiknya yang bermisi tanpa khotbah, tema yang belum pernah dibawakan pada kajian-kajian sebelumnya.

“sekali-kali lah kita membahas sastra, ya sebagai selingan untuk kajian-kajian kita yang selalu membahas tentang diskursus keislamanan.” Ujar Dlofir dalam pembukaan presentasinya.

Dalam penjelasannya Dlofir mengatakan bahwa sastra semata-mata lahir untuk membela sang kroban.

“Dan sastra semata-mata ditakdirkan untuk memihak korban. Bukankah prosa terbesar yang dilahirkan Perang Dunia II adalah catatan harian gadis manis Anne Frank, yang menuliskan rintihan batinnya sebagai korban?” Ujar Dlofir dalam penjelasannya.







Kajian baru dimulai pada pukul 18.00 clt dikarenakan  mati lampu yang cukup lama di daerah Gamik. Akan tetapi hal itu tidak menyurutkan semangat para anggota Misykati terbukti dari banyaknya anggota Misykati yang hadir saat itu dan pertanyaan yang diajukan untuk pemateri.

Walaupun banyak mendapatkan kritikan dan pertanyaan,  tapi apresiasi yang diberikan anggota Misykati kepada pemateri tidak kalah banyaknya, beberapa kali tepuk tangan diberikan para hadirin sebagai apresiasi kepada pemateri.

Kajian ditutup tepat setelah azan magrib berkumandang dan dilanjutkan dengan sholat magrib berjamaah lalu menyantap hidangan yang telah disediakan.

Penulis  :Nely Analya

Editor    :Cah Gagah

No comments:

Post a Comment