artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Misykati Mesir Menggelar Kajian Perdananya



Kairo (9/9). Misykati Mesir memulai kajian perdananya untuk termin ini. Berbeda dengan kajian termin sebelumnya, pada kajian termin ini, level kajian sudah lebih naik, pemateri diwajibkan membuat sebuah karya tulis baik resensi, makalah ataupun tulisan lain.

Pada kajian perdana ini, saudara Mahfud Wasyim diberi penghormatan sebagai pemateri dengan tulisan berjudul “Madkhol Ilmu Mantiq”, sebuah resensi dari karangan Dr. Muhammad Rabi’ Muhammad Jauhari yang bertajuk ”Dhowabit Al Fikr”.



Tepat pukul 17.00 Clt acara dimulai. M. Ikfil Chasan sebagai moderator membuka acara dan sedikit memberi ulasan singkat mengenai sejarah ilmu mantiq itu sendiri.

Selanjutnya, resentator mempresentasikan resensinya. Dengan runtut resentator mulai mengurai secara global isi buku, dimulai dengan pengenalan biografi singkat pengarang kitab, mabadi’ asyroh, dan isi per bab dari buku tersebut secara ringkas.

Meskipun kajian perdana namun nampak hidup dan bergairah. Ini bisa dilihat dari para anggota Misykati yang begitu fokus dan antusias, terutama mahasiswa Syariah dikarenakan Ilmu Mantiq tidak terdapat dalam kurikulum mereka. Kajianpun semakin terlihat hidup ketika memasuki sesi interaktif tanya jawab dan tanggapan.

“Ilmu mantiq itu pokok dari segala ilmu” ujar Thoriq Aziz.

Tepat setelah kumandang adzan Maghrib kajian dipungkasi dan dilanjutkan shalat berjamaah serta bincang santai mengenai konsep kajian dan agenda misykati selanjutnya.

Editor    : Cah Gagah

Ilham Azizi
Kedekatannya dengan orang-orang berilmu dan bermartabat--baca para pembina--menjadikannya panglima tertinggi di OPPK. Pun diduga kemenangannya adalah hasil sebeh yang ia peroleh dari entah siapa. Namun, selain dari asumsi-asumsi di atas, pengalamannya sewaktu di MTs sebagai ketua OSIS tak dapat kami sangkal sehingga memaksa kami untuk memilihnya.

No comments:

Post a Comment