artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Misykati Mengaji Kitab Al Madkhol Ila Ushul at-Tafsir Karangan Dr. Usamah


Kairo- (11/11) Misykati (Majelis Intensif Studi Yurisprudensi dan Kajian Pengetahuan Islam) kembali mengadakan kajian selasa rutinan, setelah beberapa minggu yang lalu terhambat dengan adanya kesibukan dari anggota-anggotanya. Ini sekaligus merupakan kajian pertama kali yang diikuti oleh keluarga baru Misykati. Bertempat di sekretariat Misykati, acara yang sedianya digelar pada pukul 16.00 CLT harus diundur sampai maghrib karena satu dan lain hal. 




Musabik Habibi yang berperan sebagai moderator dalam diskusi ini memberikan kesempatan tak kurang  15 menit kepada pemakalah yaitu saudari Nely Analya untuk  membagi ilmunya tentang pengantar dalam memahami Ilmu Ushul Tafsir. Berbekal dua lembar resensi dari sebuah kitab yang berjudul Al Madkhal Ila Ushul at-Tafsir, karangan Dr. Usamah as-Sayyid Mahmud al-Azhary, ia memaparkan seputar Ushul Tafsir dan hubungannya dengan al-Qur’an baik itu pengaruhnya terhadap pembatasan ilmu alat seorang mufasir dan tingkatan hidayah al-Qur’an serta pengaruh pemahamannya bagi mufasir tersebut. Begitu pula hubungan antara ilmu-ilmu lainnya seperti Hadist dan Ushul Fiqih.

“Memahami ilmu Ushul Tafsir ini sangat penting dan berguna bagi seorang mufasir untuk lebih jauh menerangkan kandungan-kandungan dalam al-Qur’an itu," tuturnya.

Saudari Nely membaca sembari menjelaskan resensinya secara runut, runtut, selaras dan sesuai dengan apa yang tertera dan terkandung dalam resensi. Hal tersebut membuat para peserta untuk bertanya hal-ihwal pembahasan yang kurang jelas. Atensi cukup tinggi dari teman-teman mahasiswa baru dengan pusparagam pertanyaan membuat suasana diskusi tidak terasa hambar.

Acara selesai dengan berakhirnya sesi tanya-jawab dilanjutkan dengan asya’  menu ala asrama yang legendaris, ayam goreng tepung dan sayur bayam racikan bung Dlofir.

Editor   : Cah Gagah
 


Ayatullah El Haqqi
Pemuda ini lahir di daerah penghasil tembakau, tetapi tidak suka merokok. Kali pertama datang ke Mesir diajak ludrukan dan dibaiat dengan nama “Supri” di lapangan futsal. Kata teman-teman ia sangat pendiam. Hafal Pancasila dan tepuk pramuka.

No comments:

Post a Comment