artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Misykati Mesir Menyambut Keluarga Baru



Kairo (2/11). Para alumni MAPK MAN 1 Surakarta yang sedang menempuh pendidikan di Mesir kedatangan tamu spesial yang mengharuskan mereka menyambutnya dengan hangat. Para tamu tersebut adalah adik-adik kelas angkatan tahun  2013 dan 2014 yang akan meneruskan studinya di Universitas Al Azhar Cairo.

Acara penyambutan itu digelar pada Minggu, 2 November 2014 pukul 18.30 Clt di sekretariat Misykati Mesir. Diselenggarakannya acara ini bertujuan untuk mempererat tali kekeluargaan antar alumni MAPK MAN 1 Surakarta yang sedang menuntut ilmu di Mesir.

“Selain sebagai ajang perkenalan, acara ini juga menjadi salah satu bentuk solidaritas untuk mempererat tali kekeluargaan para anggota Misykati,” ungkap ketua Misykati, Moh. Faqih Dlofir dalam sambutannya.


Dalam acara ini para mahasiswa baru diminta untuk mempersembahkan penampilan dari keahlian yang dimiliki oleh setiap mahasiswa. Di antaranya pidato empat bahasa: Bahasa arab, inggris, indonesia dan jawa, stand up comedy, dan deklamasi puisi serta tilawah.

Acara ini dihadiri oleh sebagian besar anggota Misykati termasuk dua anggota istimewanya dan sebelas mahasiswa-mahasiswi baru misykati yang terdiri dari delapan mahasiswa dan tiga mahasiswi.

 
Mars MAPK Solo pun digemakan sebagai pembuka acara dilanjut tilawah, pidato empat bahasa, stand up comedy, dan deklamasi puisi. Sesudah semua penampilan dari mahasiswa baru Misykati, acara dilanjut dengan perkenalan dan sharing pengalaman dari para mahasiswa baru dan para senior Misykati.


Acara ini ditutup dengan wejangan dan doa dari sesepuh Misykati Mochammad Wachid Romadhon, Lc., MA. yang memberikan wanti-wanti kepada semua anggota Misykati tanpa pandang bulu untuk senantiasa memperbaharui niatnya yaitu menunutut ilmu semata-mata  untuk menggapai ridlo Allah tidak untuk mendapatkan materi keduniaan seperti menjadi menteri agama, dosen ataupun penerjemah.

“Kita datang ke Mesir menuntut ilmu hanyalah untuk menggapai ridlo Allah bukan untuk mencapai materi keduniaan. Pun seandainya kita mendapatkan materi duniawi tidak lain semua itu hanyalah bonus dari niat yang tulus untuk mencapai ridlo Allah bukan sebagai tujuan utama,” tutur Ammu Dlon.

Tepat pukul 21.00 Clt acara ditutup dengan doa oleh Ammu Dlon dilanjut ramah-tamah dan sesi pemotretan.



Editor   : Cah Gagah
Nur Mukhlisin

Lahir di Jambu (nama desa buka umpatan). Awal menjadi mahasiswa sering berburu kitab gratis dari satu talaqqi ke talaqqi yang lain. Saat ini sibuk menjadi tukang pengalun azan di Mathoriyah. Tidak sampai di situ dia juga imam sekaligus makmum.

No comments:

Post a Comment