artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Senja Akhir Oktober

Ilustrasi Oleh Muk


Senja ini
kutuangkan rinduku dalam secangkir kopi
rindu yang tak pernah berhenti seiring dengan perputaran matahari
rindu yang pahit dan sunyi
tak semanis senja itu
saat senyummu menjadi pemanis kopiku
saat pelukmu menjadi penopang kehidupanku
saat dirimu lebur dalam diriku

Senja ini
tak begitu menawan seperti senja kala itu
yang kemuningnya bagai perhiasan
juga senyum manisnya yang sekarang tak pernah tidak aku rindukan
namun senja ini meyimpan sejarah tak terlupakan
sumpah pemuda yang penuh perjuangan
membulatkan satu tekad
demi mengangkat tinggi harkat
hidup manusia indonesia yang bermartabat

Senja ini
mari kita bersama mengenang
setiap para pemuda dahulu yang berjuang
jangan seperti pemuda sekarang
yang kebanyakan hanya bisa mengenang mantan

Senja ini
awal perjuangan
bagi segenap pemuda yang rela meninggalkan kesenangan
menceburkan diri ke dalam kawah candradimuka
mereka tak butuh ketenaran
mereka tak ingin kekayaan
meraka tak nafsu dengan perawan
yang dibutuhkan hanya kesunyian
kemudahan dalam perjuangan

Untuk senja nanti
dan senja-senja yang akan kau lewati
ketika kau terbang tinggi di angkasa
atau terpuruk jatuh kedalam jurang
ingatlah Aku selalu
karena Aku adalah jalan itu

Pandu Dewanata
Penikmat puisi, cerpen dan novel. Selain menikmati hal-hal yang berbau sastra dia juga suka menulis puisi, terutama yang bertemakan cinta. Seperti yang terefleksikan dari foto, dia adalah seorang perokok, sama seperti Cah Gagah. Dan juga, dia terlahir ngapak.

No comments:

Post a Comment