artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

“Fellaini” Dominasi Ludrukan Misykati

Ndang Digolke, Le!
Kamis (26/02) Selasa malam selepas kajian rutin, para sesepuh Misykati membuka obrolan ringan dengan membahas beberapa kegiatan Misykati dengan duduk melingkar ditemani syisa. Obrolan tersebut menghasilkan beberapa keputusan di antaranya akan diadakannya futsalan. Bak bidadari turun dari surga, keputusan tersebut langsung disambut sukacita oleh para pendengarnya termasuk kami para anggota agak baru Misykati.

Bertempat di Nadi Syabab (Suq Madrosah) futsalan dimulai pukul 12.00 clt. Akan tetapi karena semangat yang membara tepat pukul 11.00 sudah terlihat beberapa anggota Misykati berada di lapangan. Menjelang pukul 12.00 baru terlihat beberapa anggota yang lain mulai berdatangan. Setelah melakukan beberapa pemanasan kecil, kick off  pun dimulai dengan diberi waktu sepuluh menit per laga. Pada pertandingan pertama terlihat begitu berimbang karena kedua tim memang diisi dengan pemain-pemain yang berpengalaman.

Udara siang itu memang terasa sangat panas, terlihat beberapa pemain begitu kelelahan walaupun baru menjalani satu laga. Namun hal tersebut tidak menjadi masalah berarti bagi kawan kita, Mufidul Wahab, yang memiliki postur tubuh mirip Marouane Fellaini, tinggi dan rambut yang hampir mendekati walaupun ada perbedaan pada beberapa titik terutama warna kulit.

Ternyata kemiripan tersebut semakin meyakinkan dengan diraihnya gelar Man of  The Match lewat gol yang ia cetak yang saya yakini mungkin bisa masuk nominasi World Top Goal on The Week di One Stop Football besok Minggu. Berawal dari bola panjang sang kiper yang melayang  ke arah Fellaini, eh Wahab, ia berlari sekuat tenaga dari sisi kiri lapangan menuju gawang lawan dan hanya berhadapan dengan sang kiper, sementara itu bung Amna yang menjadi kiper lawan tidak tinggal diam, ia keluar dari sarangnya berusaha menghalau bola dengan kepalanya. Namun naas, alih-alih membuang bola supaya menjauh dari gawang, bola yang disundul bung Amna  malah mengarah ke bang Wahab yang masih dalam keadan berlari dan jatuh tepat di atas kepalanya, seakan waktu berhenti dan alam raya tunduk dalam takzim, tanpa diberi komando bola berubah halauan dan membelok menuju gawang yang sudah tak terkawal, para penonton di belakang gawang bergemuruh menyambut gol tersebut.


Sosok Fellaini Kw
Aksi spektakuler dari Fellaini kw ini tak berhenti sampai di situ. Tercatat sudah dua kali bung Amna dipaksa memungut bola dari gawangnya. Gol yang kedua terjadi ketika umpan silang yang langsung disapu oleh bang Wahab namun masih bisa ditepis oleh bung Amna, tentu saja dengan sigap ia meneruskan bola muntah tersebut dengan kaki kirinya, dan jegeerr. . . 2-0 buat bang Wahab.

Waktu berlalu begitu cepat. Setelah laga silih berganti tercatat hampir semua pemain muda membuahkan gol tak terkecuali kang Sani yang menyarangkan gol perdana dalam debutnya pada musim ini, walaupun harus ia bayar kontan dengan pegal dan capek yang ia rasakan pada keesokan harinya. Dikutip dari status bbmnya yang tertera kata “lelah” yang ia tulis seusai melaksanakan sholat jum’at. Namun jujur, ada yang kurang dari futsal kemarin. Di sana tidak terlihat kang Muklisin yang notabene sebagai pemain muda dikrenakan sudah pindah dari hadapan kita untuk meneruskan suratan takdirnya. Di situ kadang saya merasa sedih.

Menjelang pukul 02.00 clt  permainan disudahi. Kegiatan futsalan kali ini ditutup dengan sesi foto bersama dengan benner Misykati yang terpampang jelas dan kertas bertuliskan “NDANG DIGOLKE, LE!”. Sebuah  kado istimewa buat kang Muhammad Solihul Arifin yang telah menemukan pelabuhan hidupnya dan mbak Avi yang mendapatkan tambatan hatinya. Selamat, semoga menjadi kelaurga yang sakinah, mawaddah wa rohmah. Barokallahu lakuma wa baraka ‘alaikuma wa jama’a baina kuma fi khoirin. Amien. (Cebonk)

No comments:

Post a Comment