artikel

[Artikel][threecolumns]

ruparupa

[RupaRupa][grids]

lontar

[Lontar][twocolumns]

Syiah Zaidah Gemparkan Misykati

Kafe Ilmiah Misykati
Selasa (3/03) Misykati mengadakan kajian rutinan bertema “Perkembangan Penyebaran Mazhab Syiah di Indonesia” dengan pemateri Sani Muhammad Haidar dan moderator Furqon Khoiruddin. Acara yang diadakan di sekretariat Misykati tersebut dimulai setelah sholat Magrib. Dengan tampilan ruangan yang didesain layaknya kafe, spontan kang Djazam langsung nyletuk “Kafe Ilmiah”, sebuah penamaan baru untuk acara kajian rutinan Misykati.
Pra acara
Misykatian dengan kesibukannya pra acara
Sebelum moderator memanggil pemateri  untuk mengulas isi makalahnya, ia menyampaikan prolog tentang makalah yang akan disampaikan pemateri, setidaknya moderator mendapati  empat point pembahasan: (1) Pengertian Syiah dan macam-macamnya, (2) perkembangan Syiah dalam skala global dengan generasi-generasinya, (3) periodisasi kedatangan Syiah ke Indonesia dan (4) fenomena Syiah yang terjadi di Indonesia.

Setelah itu moderator memanggil pemateri untuk duduk di depan bersamanya. Pemateri kali ini terlihat lebih kalem dan terdidik ketimbang pemateri minggu kemarin yang nampak ugal-ugalan dan kelaparan. Dengan gaya khas kyai kampung Sani memaparkan secara runtut isi makalahnya dengan penambahan penjelasan dari wawasannya tentang Syiah yang tidak tertulis di makalahnya.

 “Merunut sejarah perkembangan Syiah dengan segala fenomenanya di Indonesia maka akan diketahui bahwa sudah sejak lama kaum Syiah menginjakkan kakinya di bumi Indonesia. Namun untuk  memahaminya adalah sebuah keniscayaan menguntit perkembangan dan dinamika Syiah di seluruh dunia khususnya perkembangan suatu negara yang menganut paham tersebut, karena ada keterkaitan hubungan yang sangat erat di antara keduanya.” Terangnya di tengah pembahasan.
Kyai Sani sedang menjelaskan isi makalahnya
Sesi penjelasan telah usai dilanjut sesi pertanyaan. Pada sesi tanya-jawab seorang tokoh Misykati berinisial YF meminta penjelasan lebih lanjut perihal macam-macam Syiah kepada pemateri.

“Syiah itu terbagi menjadi beberapa kelompok; Syiah Imamiyah, Syiah Ismailiyah dan Syiah Zaidiyah. Lah, kalau disuruh memilih saya lebih memilih aliran Syiah yang baru,” sesaat pemateri menghentikan kalimatnya selama lima detik, membuat para peserta kasak-kusuk bertanya-tanya tentang aliran Syiah yang baru, setelah dikira cukup membuat para peserta ribut sendiri pemateri meneruskan, “apa itu aliran Syiah yang baru? yaitu Syiah Zaidah,” lanjutnya sembari menunjuk saudari Ni’mah Zaidah yang menjadi peserta kajian. Sontak para peserta tertawa, geger dan ribut sendiri.
Di tengah: pelopor Syiah Zaidah
“Owalah, nek ngono yo aku gelem dadi pengikute, langsung baiat!” teriak MJA yang menjadi satu-satunya peserta kajian yang sudah Lc.

Selepas sesi tanya-jawab moderator menutup acara dan dilanjut makan-makan dengan menu tom yam olahan Chef Chebonk.
Moh Faqih Dlofir

Terlahir ngapak dan biasa dipanggil Faqih, Dlofir atau Cah Gagah. Selama tidak ada urusan kegiatannya berupa makan, minum, tidur, bolak-balik kamar mandi dan nge-net. Kalau main PES selalu menang, mungkin karena jarang piknik. Oia, dalam pengakuannya dia senang membaca.

1 comment:

  1. Boleh minta makalahnya, saya hasan, makn solo angkatan 2004-2007. Ini email saya: mochhasan09@gmail.com

    ReplyDelete